Sidak SPPG Berujung Pagar Tertutup, Pengelola MBG Jember Bungkam Soal Pelanggaran SOP

Reporter : Muhammad Hatta
Pihak keamanan SPPG menghalangi sejumlah wartawan yang hendak meliput dengan cara menutup pagar pintu masuk secara tiba-tiba.

KLIKJATIM.Com | Jember – Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Tugas Makanan Bergizi (Satgas MBG) Kabupaten Jember di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umbulsari Yayasan Baitul Huda Amanah pada Jumat (6/2/2026), diwarnai sikap tertutup.

Pihak keamanan SPPG menghalangi sejumlah wartawan yang hendak meliput dengan cara menutup pagar pintu masuk secara tiba-tiba hingga rangkaian kunjungan berakhir.

Baca juga: Ketika Jari Tangan Tersangkut Botol, Damkarmat Jember Bertindak

Hingga kini, pihak pengelola maupun struktur organisasi SPPG tersebut enggan memberikan klarifikasi terkait hasil pemeriksaan Satgas maupun dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam produksi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sikap tertutup ini memicu pertanyaan publik, mengingat sidak dilakukan sebagai respons atas dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) gangguan pencernaan yang menimpa 112 siswa dan guru SMP Negeri 1 Umbulsari.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, yang memimpin langsung sidak tersebut menyatakan bahwa kehadiran Satgas merupakan bentuk pembinaan atas instruksi Bupati Jember dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi ini kita adalah pembinaan kepada SPPG di Kabupaten Jember, termasuk yang beberapa katanya adanya kejadian luar biasa yang diduga menyebabkan masalah pencernaan. Sehingga kami hadir di sini untuk cek lapangan dan sekaligus pembinaan,” ujar Helmi usai sidak, Jumat (6/2/2026).

Dalam sidak tersebut, Satgas menemukan adanya tahapan SOP yang diabaikan, terutama ketiadaan sampling makanan yang seharusnya dilakukan dua hari sebelum pendistribusian. Hal ini menyulitkan petugas medis dalam mendalami penyebab pasti dugaan keracunan karena ketiadaan bukti makanan layak.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Coba Bunuh Diri Terjun ke Ombak Pantai Watu Ulo Jember, Aksinya Digagalkan Warga

“Kemarin tidak ada sampling, akhirnya untuk mendalami penyebab dugaan keracunan ini hanya ada beberapa sisa muntahan dari anak-anak. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan,” tambah Helmi.

Karena SPPG tersebut baru beroperasi sekitar dua minggu dan masih dalam tahap uji coba, Satgas saat ini hanya memberikan teguran tertulis. Pj Sekda menegaskan akan ada evaluasi operasional selama satu hingga dua hari ke depan, dengan ancaman peringatan lanjutan jika kejadian serupa terulang.

Insiden ini sendiri berawal dari konsumsi paket MBG pada Rabu (4/2/2026). Salah satu siswi kelas 9F, Ferina Ardini, mengisahkan pengalamannya saat mengonsumsi menu ayam bakar kecap yang diduga menjadi penyebab sakitnya.

Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang

“Sempat tahu waktu makan, akhirnya cuma makan sedikit. Besoknya, Kamis, saya mulai sakit perut, mules sebelum berangkat sekolah, terus pulangnya sakit perut banget dan BAB. Badan juga lemas, akhirnya dibawa ke Puskesmas,” tutur Ferina.

Kepala SMP Negeri 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, merinci bahwa total ada 112 orang yang mengeluh sakit, terdiri dari 99 siswa dan 13 guru. Hingga Jumat, masih terdapat tiga siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas, sementara distribusi MBG ke sekolah tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

“Kami masih menunggu petunjuk dari Satgas MBG. Informasi sementara, distribusi MBG ke sekolah kami akan dihentikan sekitar satu minggu ke depan untuk menghindari trauma,” pungkas Mamik.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru