KLIKJATIM.Com | Kupang – Aktivitas keluar masuk truk pengangkut peti kemas di Terminal Petikemas (TPK) Kupang kembali berjalan lancar. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak adanya antrean panjang truk, baik untuk layanan receiving maupun delivery peti kemas.
Terminal Head TPK Kupang, Andhik Kristianto, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan bongkar muat di area lapangan penumpukan telah kembali normal. Saat ini, empat dari lima unit rubber tyred gantry (RTG) crane telah beroperasi secara optimal untuk melayani aktivitas peti kemas.
Baca juga: Terminal Peti Kemas Ambon Catat Realisasi Arus Peti Kemas 112.502 TEUs Tahun 2025
“Sejak 15 Januari 2026 operasional sudah kembali normal. Saat ini tersedia empat unit RTG crane dan dua unit reach stacker yang siap mendukung pelayanan di lapangan penumpukan,” ujar Andhik, Kamis (22/1).
Ia menambahkan, manajemen juga melakukan penataan operasional guna meningkatkan kualitas layanan, mulai dari kesiapan operator alat, perencanaan bongkar muat kapal, hingga pengaturan layanan receiving dan delivery. Langkah tersebut menjadi faktor pendukung pulihnya kelancaran operasional di TPK Kupang.
PT Pelindo Terminal Petikemas sebagai pengelola terminal berkomitmen menjaga stabilitas layanan melalui kesiapan peralatan bongkar muat. Perseroan bahkan telah merencanakan penambahan unit RTG crane pada periode 2026 hingga 2027. Rencana tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam pertemuan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
“TPK Kupang tidak pernah menghentikan operasional. Pelayanan peti kemas tetap berjalan 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang sempat terjadi sebelumnya,” kata Andhik.
Salah satu pengemudi truk peti kemas, Victor Kebo, mengakui bahwa kondisi pelayanan di TPK Kupang kini jauh lebih baik. Ia menyebut antrean ekstrem yang sempat terjadi sebelumnya sudah tidak dirasakan lagi. Pada 7 Januari 2026 lalu, Victor sempat menunggu hingga sembilan jam untuk proses delivery.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kendala peralatan, sehingga para pengemudi bisa bekerja dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Pengemudi lainnya, James Phila Ndilu, juga merasakan perbaikan signifikan. Ia mengungkapkan saat terjadi gangguan alat sebelumnya, dirinya harus menunggu sejak pukul 13.00 hingga 23.00 WITA. Meski demikian, ia menilai petugas di lapangan telah berupaya maksimal menjaga kelancaran operasional.
“Kondisi sekarang jauh lebih cepat. Dari gate in sampai gate out hanya sekitar 30 menit,” ungkap James.
Editor : Abdul Aziz Qomar