KLIKJATIM.Com | Surabaya - Jawa Timur kembali mengukir prestasi di level nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) strategis untuk mewujudkan kepastian hukum demi menjaga ketahanan keluarga.
Acara yang digelar di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim ini juga dianugerahi Rekor MURI sebagai penandatanganan MoU oleh lembaga terbanyak, melibatkan 40 lembaga mitra strategis.
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah peluncuran aplikasi Satria Majapahit Juara (Sistem Informasi Terintegrasi dalam Upaya Mewujudkan Kepastian Hukum Guna Menjaga Ketahanan Keluarga di Jawa Timur Menuju Gerbang Baru Nusantara).
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud transformasi pelayanan publik modern.
"Aplikasi ini memastikan pelayanan hukum menjadi lebih cepat, transparan, dan inklusif. Jatim tidak hanya harus kuat secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam tata kelola hukum dan keadilan," tegas Khofifah.
MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan kompas kerja untuk aksi nyata di lapangan. Gubernur Khofifah memaparkan beberapa fokus utama tindak lanjut dalam kesepakatan ini.
Meliputi Layanan Hukum Inklusif, yaitu fasilitasi khusus bagi masyarakat miskin, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Ada juga pertukaran data sebagai wujud integrasi informasi antarlembaga untuk menyederhanakan birokrasi. Serta ketahanan keluarga, demi memastikan hukum dapat diakses dan ditegakkan secara adil untuk melindungi fondasi terkecil masyarakat (keluarga).
Ketua PTA Surabaya, Zulkarnaen, berhasil membawa lembaga tersebut meraih Rekor MURI melalui kolaborasi masif dengan 40 lembaga, mulai dari lintas kementerian, universitas, hingga perbankan. Kesepakatan ini nantinya akan diturunkan menjadi 1.080 perjanjian di tingkat kabupaten/kota oleh Pengadilan Agama se-Jatim.
Baca juga: Buka Expo Campus SMAN 1 Lamongan, Wabup Dirham Berbagi Tips Sukses Hadapi Era VUCA
"Aplikasi ini akan memandu dan 'memanjakan' masyarakat pencari keadilan. Meski layanan cepat dan murah, namun tetap akurat dan bermutu," ujar Zulkarnaen.
Ketua Muda Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Yasardin, turut hadir dan mengapresiasi langkah visioner Jatim. Ia berharap implementasi MoU ini menciptakan iklim hukum yang efektif di Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
"Prestasi teladan reformasi hukum dapat dimulai dari kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat," pungkas Gubernur Khofifah menutup sambutannya.
Editor : Fatih