KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membidik pertumbuhan laba sebesar 7–10% pada 2026. Target tersebut ditopang oleh proyeksi kenaikan kinerja bisnis inti di kisaran 4–6% serta rencana penjualan lahan industri seluas 90–100 hektare.
Untuk menopang ekspansi usaha, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan terminal tangki di Morowali, Sragen, dan Palaran. Selain itu, AKRA juga akan menambah armada kapal dan truk guna memperkuat jaringan perdagangan dan distribusi.
Di sisi lain, manajemen tetap menjaga komitmen terhadap kebijakan dividen dengan menetapkan dividend payout ratio (DPR) di kisaran 70–90%. Dengan kebijakan tersebut, potensi dividend yield AKRA diperkirakan berada pada rentang 6–8%.
Berdasarkan kombinasi prospek pertumbuhan laba, strategi ekspansi, serta konsistensi pembagian dividen, Mandiri Sekuritas merekomendasikan saham AKRA dengan status beli dan target harga Rp 1.600 per saham, sebagaimana tertuang dalam riset hariannya pekan ini.
Selain fokus pada kinerja dan ekspansi, AKRA juga melanjutkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) melalui Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan atau Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP).
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyampaikan bahwa pengalihan saham buyback tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 April 2024.
Baca juga: Jatim Raih Rekor MURI, Gubernur Khofifah dan PTA Surabaya Luncurkan Aplikasi Satria Majapahit Juara
Perseroan memperoleh persetujuan untuk mengalihkan total 156,5 juta saham melalui program MESOP. Dari jumlah itu, sebanyak 62,6 juta saham telah dialihkan pada Tahap I yang berlangsung pada 2–31 Agustus 2024 serta Tahap II pada periode 1–31 Agustus 2025.
Adapun setelah penyelesaian Tahap I dan II, masih terdapat 93,9 juta saham yang akan dialihkan melalui program MESOP. Dengan demikian, total saham hasil buyback AKRA yang belum dialihkan, termasuk yang masih berada dalam skema MESOP, tercatat sebanyak 273.705.000 saham.
Editor : Fatih