MUI Banyuwangi Sebut Insiden Peringatan Isra Mi'raj Dibarengi Dandgdut Sensual Masuk Kategori Penistaan Agama

Reporter : Apriliana Devitasari
Seorang biduan yang berjoget erotis di panggung peringatan Isra Mikraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi  -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi mengecam keras aksi seorang biduan yang berjoget erotis di panggung peringatan Isra Mikraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.

Aksi tersebut dinilai tidak pantas dan berpotensi mengarah pada penistaan agama, sehingga perlu ada teguran agar tidak menjadi contoh buruk bagi masyarakat.

Baca juga: Bea Cukai Banyuwangi Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Wakil Ketua Umum MUI Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, menegaskan bahwa pihaknya langsung merespons kejadian tersebut dengan berkoordinasi bersama MUI Kecamatan Songgon dan kepolisian untuk meminta klarifikasi dari panitia penyelenggara.

“Perbuatan mulia seperti Isra Mi’raj tidak seharusnya dicampur dengan aktivitas yang mengarah pada kemaksiatan, seperti mempertontonkan aurat, tarian erotis, dan ikhtilat,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Kalam, Blimbingsari tersebut.


Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi joget seorang biduan di panggung Isra Mikraj viral di media sosial.

Baca juga: Padukan Fashion dan Safety Riding, 200 Pengendara New Honda Stylo 160 Ramaikan Kota Banyuwangi

Dalam rekaman, sang biduan tampak mengenakan gaun hitam dengan belahan hingga ke paha dan berjoget di hadapan penonton. Meski demikian, sejumlah warga yang hadir tidak terlihat melakukan protes.

Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, memberikan klarifikasi bahwa hiburan tersebut memang digelar, tetapi di luar agenda utama acara.

Baca juga: Selewengkan BBM Bersubsidi, Pertamina Segel SPBU di Banyuwangi

“Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Mikraj tersebut memang benar adanya. Akan tetapi, hiburan tersebut digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” ujarnya, Sabtu (17/1).

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai kesesuaian hiburan dalam acara keagamaan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru