Jawa Timur Jadi Barometer Nasional, Gubernur Khofifah Sebut Sekolah Rakyat Instrumen Pemutus Rantai Kemiskinan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Khofifah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di BPSDM Prov. Jatim,

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat (SR) merupakan harapan besar bagi bangsa untuk melahirkan generasi unggul sekaligus cara efektif memutus mata rantai kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di BPSDM Prov. Jatim, Jumat (16/1).

Baca juga: Lantik Pengurus PAC GP Ansor Sekaran, Wabup Dirham Ajak Pemuda Jadi Garda Depan Pembangunan SDM Lamongan

Acara ini dihadiri oleh 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh. Kehadiran Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Choiri Fauzi mempertegas urgensi penguatan pola pengasuhan di lingkungan pendidikan berbasis asrama tersebut.

Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, yakni 26 SR dengan total 2.249 siswa. Ribuan siswa tersebut terbagi dalam 98 Rombongan Belajar (Rombel), mulai dari jenjang SD (15 Rombel), SMP (35 Rombel), hingga SMA (48 Rombel).

"Kita ingin memastikan kualitas pengelolaan SR selaras dengan dinamika sosial yang beragam. SR di Jatim adalah tempat untuk mendorong potensi anak bangsa yang 'Brilian dan Berlian'," ujar Gubernur Khofifah.

Ia mencontohkan prestasi siswa SR asal Jatim yang telah mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, mulai dari kecakapan baris-berbaris hingga kemampuan pidato dalam berbagai bahasa asing seperti Arab dan Jepang.

Baca juga: Banjir Hadiah! Beli Motor Honda di Banyuwangi Bisa Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis

Khofifah menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani persoalan di lingkungan SR. Meski secara administratif di bawah Kementerian Sosial, sinergi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Wali Kota/Bupati setempat menjadi hal wajib.

"Jika ada masalah, jangan dibiarkan. Tidak perlu lapor jauh-jauh ke Kemensos terlebih dahulu, segera cari solusi dengan Dindik, Dinsos, dan pimpinan daerah di wilayah masing-masing agar penanganan efektif," pungkasnya.

Menteri PPPA RI, Arifah Choiri Fauzi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah proaktif Gubernur Khofifah. Ia menilai Jatim telah menunjukkan prestasi "Plus Plus Plus" dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo ini.

Baca juga: Pertama di Jember! Festival Bogasari 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Manjakan Lidah dengan Ratusan Kuliner

"Dari 166 titik SR se-Indonesia, terbanyak ada di Jawa Timur. Ini wujud kepedulian pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul. Meski anak-anak berasrama, hak asuh dan kewajiban untuk melindungi serta menumbuhkembangkan mereka harus tetap menjadi prioritas utama," jelas Menteri PPPA.

Bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengelola keberagaman latar belakang siswa, sehingga mitigasi terhadap tantangan sosial di lingkungan sekolah dapat dilakukan secara komprehensif.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru