Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Amankan Bahan Baku Pupuk NPK Nasional

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf bersama jajaran manajemen Petrokimia Gresik pada acara groundbreaking Proyek Tangki Asam Sulfat (Dok/PG)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton guna memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Proyek tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (ground breaking) yang dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, Kamis (15/1/2026).

Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa ketahanan dan swasembada pangan nasional menjadi perhatian utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik, yang dinilai konsisten mendukung upaya percepatan swasembada pangan hingga tercapai lebih cepat pada tahun 2025.

Baca juga: Borong 64 Penghargaan K3 di Jawa Timur, Lamongan Sabet Gelar Pembina K3 Terbaik 1

“Proyek pembangunan tangki asam sulfat ini pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik global saat ini, ketahanan pangan nasional harus dibangun secara mandiri,” ujar Aminuddin.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi pupuk majemuk NPK. Pembangunan tangki ini ditujukan untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mendukung kelangsungan produksi pupuk NPK di masa mendatang.

“Dengan pembangunan tangki asam sulfat ini, Petrokimia Gresik semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Hal ini akan meningkatkan kontribusi perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian Indonesia,” kata Daconi.

Petrokimia Gresik dikenal sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak tahun 2000 dan menjadi rujukan teknologi pupuk NPK nasional. Dengan kapasitas produksi pupuk NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun, Petrokimia Gresik saat ini tercatat sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Tanah Air.

Baca juga: Bupati Gresik Sabet Penghargaan Pembina K3 Terbaik II Jawa Timur

“Keberadaan tangki ini memungkinkan Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK demi mendukung ketersediaan pupuk nasional,” lanjut Daconi.

Proyek pembangunan tangki asam sulfat tersebut berlokasi di kawasan Petrokimia Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas lahan sekitar 3 hektare. Dua unit tangki akan dibangun, masing-masing berkapasitas 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi.

Pembangunan tangki asam sulfat ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027, dengan waktu pengerjaan sekitar 18 bulan.

Baca juga: Meski Libur, Pasokan Pupuk Bersubsidi PG Lebihi Ketentuan

Daconi menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian terhadap lingkungan. Petrokimia Gresik bersama kontraktor juga telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat selama proyek berlangsung.

“Kami memastikan proyek ini dijalankan dengan standar K3 yang ketat serta memperhatikan aspek lingkungan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan,” tutup Daconi.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru