KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Korban hanyut atas nama Alapi Hariyono (64), petani asal Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, akhirnya ditemukan sejauh 16 nautical mile (NM) dari Muara Pantai Bomo. Korban ditemukan di perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (11/1/2026) malam.
Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 20.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Posisi penemuan berada pada koordinat 8°24'29.51" LS – 114°35'58" BT atau sekitar 16 NM ke arah tenggara dari Muara Pantai Bomo.
Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Fuso dan Box Adu Banteng di Jalur Nasional Jember–Banyuwangi
Setelah menemukan korban, nelayan segera menginformasikan kejadian tersebut kepada Tim SAR Gabungan Jembrana, Bali. Informasi itu kemudian diteruskan dan ditindaklanjuti oleh Tim SAR Banyuwangi untuk proses evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup.
Baca juga: Gubernur Khofifah Bersama Kepala Basarnas Tinjau ASDP Ketapang, Pastikan Kelayakan Armada
“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR kami usulkan ditutup dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujar Oka Astawa.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut.
Baca juga: Diduga Terseret Banjir, Perempuan 65 Tahun Ditemukan Tewas di Tepi Sungai Kalisat Jember
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari SAR Banyuwangi, SAR Jembrana, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat
Tantangan utama selama operasi adalah kondisi cuaca hujan disertai angin kencang. Meski demikian, koordinasi dan kerja sama lintas sektor mampu memastikan operasi berjalan aman dan optimal hingga selesai.
Editor : Wahyudi