Pastikan Penanganan Cepat, Gubernur Khofifah Tinjau Banjir dan Salurkan Ribuan Bantuan untuk Warga Lamongan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung terhadap dampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung terhadap dampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi guna memastikan seluruh langkah penanganan bencana berjalan secara cepat, tepat, dan optimal.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini bertujuan untuk memberikan ketenangan bagi warga terdampak serta memastikan kehadiran negara di tengah situasi sulit. Berdasarkan data di lapangan, banjir di wilayah ini dipicu oleh hujan lebat sejak pertengahan Desember lalu yang diperparah dengan kiriman air dari Waduk Gondang, sehingga debit Sungai Bengawan Jero meluap.

Baca juga: 2.600 Guru Jatim Dibekali Program Talenta Digital, Khofifah Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Digital

“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi warga, sekaligus memastikan bahwa negara hadir bersama masyarakat. Kami ingin warga tetap tenang, karena pemerintah terus bekerja dan tidak meninggalkan masyarakat yang terdampak,” ujar Gubernur Khofifah di lokasi genangan.

Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 12 Januari 2026. Meskipun terdapat ratusan rumah yang terendam dengan ketinggian air rata-rata 5–10 sentimeter, Gubernur mengapresiasi karena tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Ini patut kita syukuri bersama. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama karena cuaca masih berpotensi hujan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Baca juga: Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Khofifah Tekankan Kesiapan Pengamanan dan Koordinasi Forkopimda

Terkait upaya mitigasi, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025. Langkah ini diambil karena prediksi BMKG menunjukkan puncak curah hujan terjadi pada Januari 2026 dengan peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk ikhtiar lahir, yang tentu kami iringi dengan doa dan kerja bersama di lapangan,” jelas Khofifah.

Sebagai dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan bayi (kidsware), selimut, hingga sepatu boots untuk petugas dan warga. Selain di Kecamatan Deket, penanganan serupa juga dipantau di kecamatan lain seperti Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.

Baca juga: Susun RKPD 2027, Pemkab Lamongan Fokus Percepatan Infrastruktur Ekonomi dan Transformasi Bansos ke Pemberdayaan

Untuk mempercepat surutnya air, dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah terus dioperasikan secara maksimal bersamaan dengan pembukaan pintu air. Gubernur Khofifah berharap sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan aktivitas warga.

“Kita saling menguatkan. Insya Allah dengan ikhtiar bersama, air segera surut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengawal hingga kondisi benar-benar aman,” pungkasnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru