Lampaui Target LTT Nasional, Lamongan Perkuat Posisi Sebagai Lumbung Pangan dalam Deklarasi Swasembada 2025

Reporter : Rozy
Wabup Dirham saat memimpin daring yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Rabu (7/1/2026).

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengumumkan keberhasilan pencapaian target swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

Pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya yang diikuti secara daring oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan dari Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Komitmen Dekarbonisasi, TPK Semarang Bangun Fondasi Data Emisi Terukur untuk Daya Saing Global

Kabupaten Lamongan menunjukkan peran vitalnya dalam menyukseskan agenda nasional tersebut dengan mencatatkan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) yang melampaui target. Meski target nasional yang dibebankan cukup tinggi yakni 192.373 hektar dengan luas baku sawah yang hanya 96.095,5 hektar, Lamongan berhasil merealisasikan LTT sebesar 193.786 hektar atau mencapai 100,73 persen per 31 Desember 2025.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen serius daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian melalui berbagai terobosan teknis dan kebijakan.

"Kerja keras seluruh petani di Lamongan berhasil dalam mewujudkan swasembada pangan. Semoga capaian ini menjadi acuan semangat untuk memaksimalkan potensi pertanian di Kabupaten Lamongan," tutur sosok yang akrab disapa Mas Dirham tersebut saat memimpin tasyakuran bersama Gabungan Kelompok Tani.

Untuk mencapai produktivitas tersebut, Pemkab Lamongan telah melakukan langkah masif mulai dari penyediaan bibit berkualitas, rehabilitasi jaringan irigasi primer hingga tersier, hingga optimalisasi lahan rawa dan perhutanan sosial.

Baca juga: Menaker Lantik 976 ASN, Tekankan Semangat Belajar, Integritas, dan Kekompakan

Dukungan alat mesin pertanian (alsintan) dan sistem pompa juga diperkuat guna memastikan lahan bera tetap produktif. Selain itu, pendampingan melalui Sekolah Lapang (SL) terus digencarkan untuk mengawal budidaya padi dari tanam hingga panen.

Inovasi kebijakan juga dilakukan dengan mengarahkan minimal 20 persen dana desa untuk sektor pertanian, yang direncanakan guna mendukung pelaksanaan sekolah lapang bagi petani.

"Tujuannya agar kemampuan petani lebih maksimal dalam mengelola dan mengatasi masalah pertanian. Kami juga melakukan penyusunan jadwal tanam di setiap kecamatan, monitoring lapangan harian, hingga identifikasi ketersediaan benih dan pupuk secara ketat," tambah Mas Dirham.

Baca juga: Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti Lepas 3.600 Lulusan SMK/LKP Jatim Bekerja di Luar Negeri

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tercapainya target LTT dan swasembada pangan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pemanfaatan lahan tidur tidak hanya meningkatkan volume produksi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayah pedesaan.

Presiden juga berpesan agar momentum keberhasilan swasembada pada komoditas padi ini dapat segera direplikasi pada komoditas strategis lainnya seperti tebu, jagung, dan tanaman pangan pendukung lainnya untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru