KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) mengumumkan keberhasilan dalam menjaga keandalan kelistrikan nasional pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Capaian ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan pengamanan saat perayaan Natal 2025, di mana berbagai titik pusat perayaan di seluruh penjuru tanah air terpantau tanpa gangguan, sehingga masyarakat dapat merayakan momen pergantian tahun dengan nyaman, aman, dan tenang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen penuh PLN dalam menjalankan arahan Pemerintah untuk memberikan layanan prima. Ia menyampaikan rasa syukur atas terjaganya sistem kelistrikan yang memungkinkan masyarakat menikmati kehangatan bersama keluarga tanpa kendala teknis.
Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Lamongan, Pak Yes Ajak Masyarakat Berefleksi Lewat Sholawat
“Alhamdulillah, kami bersyukur secara umum sistem kelistrikan dapat terjaga dengan baik untuk mendukung aktivitas masyarakat pada perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Sehingga masyarakat dapat merayakan momen tersebut dengan lancar serta menikmati kebersamaan dan kehangatan bersama keluarga,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Berdasarkan data operasional, PLN mencatat konsumsi daya tertinggi pada malam pergantian tahun berada di kisaran 40,23 gigawatt (GW), atau naik sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan total daya mampu pembangkit sebesar 70,8 GW, PLN memastikan sistem kelistrikan nasional memiliki cadangan daya yang sangat aman untuk melayani kebutuhan masyarakat meskipun terjadi lonjakan konsumsi.
Darmawan menjelaskan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari perencanaan matang yang telah dilakukan jauh-jauh hari. PLN memanfaatkan sistem digital dalam pemantauan operasi serta memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Awal Tahun 2026: 2.300 Penumpang Padati Stasiun Bojonegoro dalam Setengah Hari
“Berbagai persiapan telah kami lakukan sejak jauh hari dengan perencanaan yang lebih matang dibanding tahun sebelumnya, termasuk pemanfaatan sistem digital dalam pemantauan dan pengendalian operasi, serta memastikan seluruh personel PLN dalam kondisi siaga di berbagai wilayah Indonesia,” sebut Darmawan.
Status siaga kelistrikan ini dipastikan akan terus berlangsung hingga 8 Januari 2026. Selama periode Nataru, PLN memberikan fokus pengamanan pada 6.242 gereja prioritas serta 879 lokasi strategis lainnya, termasuk bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata. Darmawan menegaskan bahwa seluruh unit melaporkan kondisi yang optimal di lokasi-lokasi tersebut.
Untuk mendukung pengamanan ini, PLN mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 69 ribu personel yang tersebar di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia. Kekuatan personel ini didukung dengan ribuan unit peralatan mulai dari genset, UPS, Unit Gardu Bergerak (UGB), hingga armada kendaraan operasional yang siap siaga menghadapi segala potensi risiko.
Baca juga: Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Naik, PLN Tegaskan Komitmen Jaga Keandalan Layanan
Sebagai langkah antisipasi terhadap faktor alam, PLN juga melakukan pemeliharaan preventif dan berkoordinasi intensif dengan BMKG untuk memantau prakiraan cuaca secara real-time.
“Secara umum, kondisi sistem kami siapkan dalam keadaan prima. Sejak awal, PLN melakukan pemeliharaan preventif dan berkoordinasi intensif dengan BMKG sehingga informasi prakiraan cuaca dapat langsung dimonitor melalui control center untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan terukur,” pungkas Darmawan.
Editor : Fatih