Tutup 2025 dengan Doa & Deklarasi, Surabaya Nyatakan Perang Terhadap Premanisme

Reporter : Muhammad Nurkholis
Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu di Halaman Balai Kota Surabaya,

KLIKJATIM.Com | Surabaya -Pemerintah Kota Surabaya menutup tahun 2025 dengan menggelar Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan sekaligus sikap tegas Surabaya dalam melawan segala bentuk premanisme.

Sekitar 2.500 peserta dari 76 organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat, serta organisasi mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan elemen masyarakat ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pahlawan.

Baca juga: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Bersama Masyarakat Jawa Timur Sambut Meriah Valen Sang Juara D'Academy

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfi Sulistyawan, Dansatrol Kodaeral V Kolonel Laut (P) Muhammad Anton Maulana, Dandim 0830/Surabaya Kolonel Infanteri Bambang Raditya, Kaskogartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Danuri, serta Wakil Komandan Pasukan Marinir II Brigjen TNI (Mar) Arianto Beny Sarana.

Melalui Deklarasi Surabaya Bersatu, seluruh elemen—mulai tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga aparat negara—menyatakan peran strategisnya dalam menjaga kedamaian dan ketenteraman kota.

Baca juga: Sambut Tahun 2026, Doakan Keselamatan Jatim dan Indonesia

Surabaya pun menegaskan identitasnya sebagai kota yang bersatu, taat hukum, dan tegas terhadap pelanggaran.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni akhir tahun, melainkan komitmen nyata untuk membersihkan Surabaya dari praktik premanisme.

Baca juga: Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan Lingkungan Hidup 2025: Wujudkan Jawa Timur yang Lestari dan Berkeadaban

“Kami tegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap tindakan premanisme. Setiap pelanggaran akan diproses sesuai hukum, dan kami bergerak bersama Forkopimda Kota Surabaya,” ujar Eri.

Ia menambahkan, kehadiran lengkap unsur Forkopimda menjadi penanda bahwa Satgas Anti Premanisme Surabaya telah resmi dibentuk. Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya akan menggelar apel Satgas Anti Premanisme yang akan dibagi ke dalam lima wilayah kerja, yakni Surabaya Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Selatan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru