KLIKJATIM.Com | Gresik — RW 02 Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, yang merupakan wilayah binaan PT Smelting, berhasil meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan DLH Jatim pada Senin malam (29/12/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta para pemangku kepentingan lingkungan hidup dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Baca juga: HUT Satpam ke-45, PT Smelting Teguhkan Profesionalisme dan Kepedulian Sosial
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penghargaan lingkungan hidup bukan sekadar formalitas.
“Bukan piagamnya, tetapi dedikasi panjenengan semua, baik Adiwiyata, Eco Pesantren, maupun pengolahan sampah,” ujar Khofifah, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat yang konsisten menjaga lingkungan.
Acara tersebut menjadi puncak apresiasi atas berbagai capaian program lingkungan hidup di Jawa Timur sepanjang tahun 2025. Penghargaan diserahkan dalam sejumlah kategori, antara lain Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri), Adiwiyata, Eco Pesantren, Program Kampung Iklim (ProKlim), serta Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH).
Pada kategori Program Kampung Iklim, Jawa Timur mencatatkan capaian membanggakan dengan 13 penerima Trofi ProKlim Utama, 8 penerima Trofi ProKlim Lestari, serta 96 lokasi penerima Sertifikat ProKlim Utama dan 65 lokasi penerima Sertifikat ProKlim Madya. Capaian ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi pelopor adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas.
Baca juga: PT Smelting Tebar Kasih Natal 2025, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan
Di sektor pendidikan lingkungan, Jawa Timur juga meraih 280 Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025, yang terdiri dari 186 sekolah Adiwiyata Nasional dan 94 sekolah Adiwiyata Mandiri, menunjukkan kuatnya integrasi pendidikan lingkungan di wilayah ini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Jatim, Nurkholis, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah membina 180 desa dan kelurahan melalui Program Desa/Kelurahan Berseri.
“Sebanyak 115 desa dan kelurahan mendapatkan reward kendaraan roda tiga sebagai dukungan operasional,” jelasnya.
Salah satu momen inspiratif dalam acara tersebut adalah penyerahan penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 kepada Hj. Maftuhah Mustiqowati dari Kabupaten Jombang sebagai Terbaik Kategori Pembina Lingkungan, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur.
Baca juga: PT Smelting Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Maftuhah membagikan kiat sukses membina komunitas peduli lingkungan.
“Kuncinya adalah pendekatan dari hati ke hati dan memberi contoh langsung, bukan sekadar teori. Kami memulai dari hal sederhana seperti pengelolaan sampah di pesantren, madrasah, sekolah, dan rumah tangga. Nilai ekonominya justru menjadi daya tarik utama bagi masyarakat,” ujarnya.
Penghargaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 ini menutup tahun dengan optimisme sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen kolektif tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur ke depan.
Editor : Wahyudi