Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Apresiasi International Day di Sekolah Alam Citra Insani

Reporter : Rozy
Semarak gelaran International Day yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Citra Insani Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak YES, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dunia pendidikan dalam mengenalkan wawasan global kepada siswa.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri gelaran International Day yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Citra Insani Lamongan, Sabtu (20/12).

Baca juga: Beli Motor Berhadiah Motor! MPM Honda Jatim Gelar Program Undian Untukmu Konsumen Honda Khusus Warga Pacitan

Acara tersebut menyulap suasana sekolah menjadi panggung global dengan menampilkan keragaman budaya dari 17 negara. Menurut Pak YES, kegiatan ini merupakan cara kreatif untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi anak-anak agar tidak asing dengan dunia internasional.

"Tentu ini menjadi inspirasi bagi kita. Anak-anak senang, bisa berkeliling dunia dalam satu hari, gratis lagi," ucap Pak YES di sela peninjauannya.

Bupati Lamongan berharap kegiatan semacam ini dapat lebih masif digelar di Lamongan. Ia menekankan bahwa paparan terhadap budaya asing sejak dini bukan sekadar hiburan, melainkan investasi mental untuk masa depan anak.

Baca juga: Sokong Pemulihan Aceh-Sumut, Pelindo Fasilitasi Distribusi 95 Ribu Ton Bantuan Kemanusiaan

"Belajar mengenal budaya negara lain juga dapat meningkatkan kesadaran akan keberagaman. Anak-anak akan memiliki jiwa toleransi yang tinggi karena sudah mendapatkan paparan lintas budaya," tambah Pak YES.

Ia meyakini, dengan mengenal dunia luar, motivasi siswa untuk berprestasi di tingkat internasional akan semakin terpacu.

Baca juga: Susun RKPD 2027, Pemkab Lamongan Fokus Percepatan Infrastruktur Ekonomi dan Transformasi Bansos ke Pemberdayaan

Dalam International Day tersebut, terdapat 17 stan negara yang menampilkan keunikan masing-masing, mulai dari pakaian tradisional yang berwarna-warni hingga sajian kuliner khas mancanegara. Para siswa juga tampak antusias mengenakan kostum dari berbagai belahan dunia dalam sesi parade budaya.

Selain pameran statis, para siswa juga menampilkan berbagai kesenian tradisional dari negara-negara yang mereka wakili. Melalui pengalaman visual dan sensorik ini, diharapkan cakrawala berpikir siswa semakin terbuka terhadap kekayaan peradaban dunia, sekaligus memperkuat identitas mereka sebagai warga dunia yang inklusif.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru