KLIKJATIM.Com | Bojonegoro — Program SAPA BUPATI yang biasanya dipadati warga untuk menyampaikan keluhan dan inspirasi, kali ini tampak berbeda. Gelaran yang berlangsung di Pendopo Malowopati pada Senin (17/11/2025) justru didominasi ASN, camat, kepala desa, hingga lurah, sementara kursi untuk warga tampak kosong.
Namun dugaan menurunnya antusiasme warga langsung dibantah Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto. Didampingi Kepala Dinas Kominfo, Heri Widodo, ia menegaskan bahwa pola partisipasi warga kini sudah berubah mengikuti perkembangan teknologi.
Baca juga: Demi Judi Online, IAS Gasak Kotak Amal di Sejumlah Masjid di Bojonegoro
“SAPA Bupati tidak hanya tatap muka. Kita fasilitasi lewat live YouTube Pemkab. Sekarang banyak pilihan, masyarakat bisa ikut tanpa harus datang ke pendopo,” ujarnya. Saat ditanya klikjatim.com
Menurut Edi, digitalisasi komunikasi membuat warga lebih fleksibel dalam mengikuti agenda pemerintah. Ia juga menyebut agenda SAPA Bupati bulan sebelumnya sempat tertunda karena padatnya kegiatan, sehingga berdampak pada jumlah peserta yang hadir.
Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
“Kegiatan SAPA Bupati akan terus berlanjut. Tidak berhenti,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo, Heri Widodo menyebut live streaming SAPA Bupati telah disebarkan ke seluruh lapisan, mulai kecamatan hingga desa. Tak heran, sekitar seribuan warga tercatat mengikuti secara daring, jumlah yang jauh lebih besar dibanding kehadiran fisik dari total 1,3 juta penduduk Bojonegoro.
Baca juga: Distribusi LPG di Bojonegoro Capai 38 Ribu Tabung per Hari, Pasokan Diklaim Aman
Selain itu, Heri menyinggung program Medhayoh, yakni agenda Bupati menemui warga langsung di desa, sehingga banyak warga memilih menyampaikan aspirasi melalui kanal tersebut. “Ya bupati juga ada program medhayoh menemui warga desa secara langsung, mungkin sudah banyak tersampaikan,” pungkasnya.
Editor : Wahyudi