KLIKJATIM.Com | Gresik — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Gresik menunjukkan komitmennya terhadap isu kesehatan masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk Gresik Urus Stunting (GUS) di Gressmall, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan dengan tema “Cegah Stunting untuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Produktif” ini menjadi wujud nyata dukungan IIDI terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menurunkan angka stunting.
Baca juga: Kolaborasi Dinkes, IDI, dan IIDI Kejar Target Gresik Bebas Tuberkulosis 2028
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran 10 stan UMKM binaan IIDI Gresik yang menampilkan berbagai produk kuliner lokal. Panitia juga menyediakan kupon bagi pengunjung yang hasilnya akan disalurkan untuk mendukung kegiatan sosial IIDI.
Ketua IIDI Gresik, dr. Titin Ekowati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara IIDI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sebagai langkah konkret dalam menekan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Gresik masih berada di kisaran 15 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 19 persen.
“Dalam rangka Hari Santri Nasional, kami mengadakan kegiatan GUS (Gresik Urus Stunting). Untuk tahap awal ini, kami fokus pada lima balita di Kecamatan Kebomas yang prevalensi stuntingnya masih tinggi. Setiap anak kami berikan 10 dus susu pertumbuhan dan akan kami pantau selama tiga bulan ke depan,” ujar dr. Titin.
Pemantauan kondisi gizi dan tumbuh kembang balita dilakukan bersama Puskesmas Kebomas dan RSUD Ibnu Sina Gresik. Setelah tiga bulan, tim medis akan menilai hasil perkembangan berat badan dan pertumbuhan anak. Jika belum menunjukkan perubahan signifikan, mereka akan dimasukkan dalam program lanjutan.
Baca juga: Become Successful Womenpreneur: Kiat Sukses Berbisnis dan Mengelola Keluarga dari IIDI Gresik
“Program ini masih bersifat pilot project. Ke depan, kami akan memperluas cakupan dengan menggandeng puskesmas di kecamatan lain yang memiliki angka stunting tinggi,” tutur Direktur Rumah Sakit Wates Husada tersebut.
Baca juga: IIDI Gresik Bantu Siswa SRMA: Sumbang Kacamata, Vitamin, hingga Edukasi KesehatanDukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik, dr. Abdul Fatah, yang mengapresiasi sinergi antara IDI dan IIDI dalam pengabdian masyarakat.
“Visi dan misi IDI serta IIDI sejalan, yaitu berkolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Salah satu fokus kami adalah edukasi gizi dan kegiatan bakti sosial, termasuk penurunan stunting,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik, dr. Sinta Alif, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan perempuan dalam pembangunan kesehatan daerah.
Baca juga: Salah Satu Langkah Pemkab Gresik Berantas Stunting: Luncurkan Aplikasi GUS
“Kegiatan seperti ini menunjukkan peran aktif perempuan dalam mengatasi masalah stunting. Meski hanya lima anak yang dibantu, dampaknya sangat berarti bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gresik turut memberikan Piagam Penghargaan kepada IIDI Gresik atas partisipasinya sebagai Yanda Bunda Balita Stunting dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan ini, IIDI Gresik menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pendukung tenaga medis, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam membangun generasi Gresik yang sehat, cerdas, dan produktif. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar