KLIKJATIM.Com | Surabaya - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 di Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan yang berlangsung pada 3–7 Oktober 2025 ini difokuskan pada pembahasan pengembangan industri gula dan penguatan ketahanan pangan, mengingat Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Melalui kegiatan ini, Komisi VI DPR RI berupaya merumuskan rekomendasi konkret untuk memperkuat kebijakan nasional di sektor pangan, khususnya industri gula yang menjadi komoditas strategis bagi masyarakat Indonesia.
Dalam rapat bersama para pemangku kepentingan, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus pimpinan rapat, M. Sarmuji, menyoroti persoalan serius terkait penyerapan gula petani di pasar. Ia menjelaskan bahwa peredaran gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri justru banyak merembes ke pasar konsumsi.
Baca juga: Insan Pendidikan se-Jatim Kompak Luncurkan 1.580 Karya Buku Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Khofifah: Kado Istimewa HUT Ke-80 Sekaligus Wariskan Tradisi Literasi untuk Bangsa“Sekarang ada problem serius: gula dari petani tidak terserap di pasar karena adanya gula rafinasi yang seharusnya untuk industri malah dijual ke konsumen. Persoalannya adalah bagaimana mengendalikan kuota impor gula rafinasi. Jika kuota impor melebihi kebutuhan industri, pasti terjadi kebocoran ke pasar konsumsi. Karena itu, perhitungan kebutuhan harus transparan dan tepat agar tidak menimbulkan masalah,” ujar Sarmuji.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Faturohman, Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, serta Mohammad Abdul Ghani, Director of Plantation & Agriculture Danatara. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan industri gula nasional.
Melalui kunjungan ini, Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi industri gula rakyat. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar