KLIKJATIM.Com | Sumenep - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menjadi sorotan. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kondisi makanan yang dibagikan. Beberapa laporan menyebutkan ada nasi yang sudah basi hingga ditemukannya ulat dalam porsi makan siang.
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Sumenep Dapil III, M Ramzi, menilai peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan.
"Kalau sampai ada makanan basi dan berulat, berarti pengawasannya lemah. Mestinya jangan sampai terjadi, apalagi program MBG ini baru dijalankan," kata Ramzi saat dihubungi wartawan, Senin (22/9).
Menurutnya, kasus di Pragaan menunjukkan bahwa program MBG terkesan hanya dikebut untuk memenuhi target, tanpa benar-benar memperhatikan kualitas gizi yang seharusnya diterima siswa.
Baca juga: Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
"Itu bisa jadi bukan bergizi gratis, malah bikin orang sakit. Bisa seperti yang di Pamekasan, ada siswa keracunan," tegas Ketua DPC Hanura Sumenep itu.
Ramzi menekankan agar pihak penyelenggara program MBG lebih cermat dan memberi perhatian serius terhadap kebersihan dan kesehatan makanan sebelum disajikan kepada siswa.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
"Kalau sampai kejadian lagi, bisa jadi ada unsur kesengajaan. Pihak yang berkompeten harus menghentikan itu," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dapur MBG Kecamatan Pragaan, Amin Jakfar, mengakui adanya masalah dalam distribusi makanan. Ia memastikan evaluasi telah dilakukan agar insiden serupa tidak terulang. "Ya benar itu, tidak akan terjadi lagi untuk selanjutnya," ujarnya. (ris)
Editor : Hendra