Potret Pendidikan Nasional: 60 Persen Ruang Kelas SD dan 49 Persen Ruang Kelas SMP dalam Kondisi Rusak

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufidi, mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Menurut Hilman, masih banyak siswa dengan semangat belajar tinggi yang terhambat oleh buruknya kondisi fasilitas pendidikan.

Baca juga: Acuan Regulasi Baru, Menaker Tegaskan Konvensi ILO Jadi Landasan Perlindungan Pekerja Platform Digital

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan. Namun, kami berharap perbaikan sarana dan prasarana benar-benar menjadi fokus agar cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” ujarnya, Rabu (28/8/2025).

Data Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025 mencatat terdapat 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia. Ironisnya, sekitar 60�lam kondisi rusak, terdiri dari 27,22% rusak ringan, 22,27% rusak sedang, dan 10,81% rusak berat. Kondisi di tingkat SMP pun tak jauh berbeda, dengan 49,67% ruang kelas rusak. Rinciannya, 24,73% rusak ringan, 17,96% rusak sedang, dan 6,97% rusak berat.

Baca juga: Universitas Sunan Gresik Bisa Jadi Alternatif Bila Tak Lolos SNBT, Ada Prodi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara
“Bagaimana siswa bisa belajar dengan baik kalau ruang kelasnya tidak layak? Fakta ini pahit, dan pemerintah harus segera mengambil langkah konkret,” tegas Hilman yang akrab disapa Gus Hilman.

Baca juga: Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus, Kemnaker Targetkan Serapan Lulusan Vokasi Tembus 80 Persen

Selain perbaikan ruang kelas, Hilman juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas lain, seperti laboratorium dan sarana digital, agar dunia pendidikan Indonesia adaptif menghadapi tantangan global. Menurutnya, masalah pendidikan bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga soal ketersediaan fasilitas yang memadai.

Ia juga mengingatkan agar perhatian terhadap guru tidak diabaikan. Beasiswa maupun tunjangan harus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja mereka.

Baca juga: Pasca Gempa 7,6 SR, Operasional TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Berjalan Normal

“Guru adalah pilar utama pendidikan. Jika kesejahteraan mereka terjamin, maka kualitas pendidikan pun akan meningkat,” pungkasnya. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru