KLIKJATIM.Com | Gresik - Cista Prameswara merindukan suasana masuk sekolah dan merasa jenuh di rumah. Untuk itu, bocah kelas 3 SD ini memilih menggelar pertunjukan wayang di rumah untuk menghibur diri sekaligus melestarikan budaya lokal.
Atraksi pentas wayang kulit yang digelar di teras rumahnya di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ini untuk mengusir kebosanan saat belajar di rumah. Kursi yang terbuat dari kasur kapuk itu didudukinya sembari beraksi dengan menancapkan wayang kulit sambil bercerita.
Baca juga: Sengketa Lahan Desa Belun, BPN Bojonegoro Tegaskan Keabsahan Sertifikat Ahli Waris
Atraksi pentas wayang kulit itu mengambil tema 'di rumah saja'. Dengan lakon gugurnya corona. Pentas tanpa penonton ini mengisahkan sebuah doa dan harapan kepada Tuhan agar pandemi Corona atau Covid-19 segera sirna dan anak-anak bisa sekolah juga bermain seperti semula.
Bersama empat pengrawit, Cista menggelar pertunjukan itu lengkap dengan anjuran pemerintah menggunakan masker dan jaga jarak.
Selain para tokoh wayang, Cista juga menggunakan tokoh kartun dalam atraksinya. Seperti tokoh kartun asal Jepang, Doraemon.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
"Rindu suasana sekolah, untuk mengisi libur sekolah. Semoga corona segera hilang dan bisa kembali sekolah dan main lagi," katanya, Minggu (26/4/2020).
Pembina Sanggar Trahu Wening, Puguh Prasetyo mengungkapkan, gelaran wayangan 'di rumah saja' ini selain untuk melestarikan seni warisan leluhur. Juga menanamkan nilai kemanusiaan sejak usia dini.
Baca juga: Bupati Gresik Pimpin Pembukaan TMMD ke-128, Fokus RTLH hingga Infrastruktur Desa
"Selain untuk melestarikan juga memberikan pemahaman memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan membiasakan pola hidup sehat," ujarnya. (bro)
Editor : Redaksi