Cegah Arus Mudik, Per 25 April Kapal Penumpang Bawean Disetop Sementara

klikjatim.com
Para petugas saat menempelkan sebaran informasi larangan mudik dan tidak ada layanan kapal penumpang. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Gresik akhirnya menutup akses mudik kapal penumpang rute Gresik-Bawean (PP) mulai 25 April sampai 31 Mei 2020. Hal ini sesuai peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait larangan mudik untuk mencegah persebaran virus corona (Covid-19).

[irp]

Baca juga: Transformasi Operasional Berhasil, TPK Ternate Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 6 Persen di Tahun 2025

Untuk menindaklanjuti semua itu, seluruh jajaran petugas mulai dari Pelindo, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Polsek Kawasan Pelabuhan dan KSOP telah mensosialisasikan kepada masyarakat. Mereka menyebar selebaran terkait adanya informasi terbaru tersebut.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Gresik, Capt Masri T Randa Bunga mengatakan, saat ini kapal yang masih boleh beroperasi hanya Pelni ASDP Giliyang. Itu pun hanya diperuntukkan kebutuhan logistik seperti sembako.

Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed

[irp]

"Giliyang tetap beroperasi, tapi hanya logistik. Kita melakukan antisipasi sedini mungkin, takutnya kalau ada ABK yang tertular," kata Capt Masri kepada awak media, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan

Selain menghentikan akses kapal penumpang, pihaknya juga menyarankan kepada Pemda setempat untuk menyediakan fasilitas dan subsidi bagi warga yang tidak bisa pulang kampung atau mudik. "Jika ada warga Bawean yang belum bisa pulang, kita koordinasikan ke Pemda mengingat ini musibah nasional," ujarnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru