KLIKJATIM.Com | Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes, bersama ribuan masyarakat Dusun Graman, Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Lamongan, melaksanakan tradisi sedekah bumi pada Selasa (22/7/2025). Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan budaya lokal yang kaya sejarah.
Dusun Graman memiliki sejarah penting di masa Kerajaan Janggala. Dahulu, penduduk Desa Garaman, yang kini dikenal sebagai Graman Desa Sambangrejo, menerima Prasasti Garaman dari Mapanji Garasakan.
Baca juga: Cegah Ketimpangan Kompetensi Global, Indonesia Dorong Penerapan Future Skills Forecasting di BRICS
Prasasti ini menobatkan Desa Geraman sebagai desa otonom, sebuah desa khusus yang dapat mengatur kebijakannya sendiri. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi warga dalam membela Mapanji Garasakan, putra Airlangga.
Baca Juga : Bupati Lamongan Hadiri Majelis Dzikir dan Peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Bustanul Thullab"Masyarakat sini waktu itu punya otonomi daerah, punya kekhasan untuk memungut pajak sendiri, sumber daya alam yang dikelola sendiri. Keunikan, kekhasan, sedekah bumi terus kita dorong agar tidak hilang, terutama wilayah yang punya prasasti," ujar Pak Yes.
Baca juga: Resmi Dibuka Pak Yes, TMMD ke-129 Ngimbang Fokus Kebut Infrastruktur Pelosok Lamongan
Untuk mencegah lunturnya keberadaan budaya tersebut, Pak Yes menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto membuat replika prasasti dengan ukuran, bentuk, dan tulisan yang sama persis.
"Beberapa tempat sudah kita buatkan replika terhadap prasastinya, terutama daerah Ngimbang, Sambeng. Kita bikinkan bersama BPCB Mojokerto, kita buatkan replika dengan bentuk, ukuran tulisan yang sama dengan yang ada di Museum Nasional," tambahnya.
Baca Juga : Bupati Lamongan Lepas Kontingen KORMI ke Fornas VIII 2025 di NTBDalam rangkaian acara sedekah bumi, Bupati Lamongan turut mengikuti arak-arakan nyadran dari Balai Desa Sambangrejo menuju Sendang Graman untuk melaksanakan doa bersama. Arak-arakan tersebut disambut antusiasme masyarakat setempat.
Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Peserta arak-arakan yang terdiri dari 4 RT dari Dusun Graman mengenakan busana ala kerajaan, dilengkapi berbagai gunungan hasil bumi, dan diiringi teatrikal perang sempyoh yang memukau. (yud)
Editor : Rozy