Jagongan Petani Milenial, Bupati Bojonegoro Dorong Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pertanian

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi petani muda yang inovatif, produktif, dan bangga akan profesi mereka. Komitmen ini terwujud dalam acara "Jagongan Petani Milenial" yang diselenggarakan pada Senin (30/06/2025) di objek wisata Kebun Belimbing, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.

Acara ini diprakarsai oleh PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro, sebagai langkah nyata dalam penguatan pertanian berbasis milenial.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Jelaskan Penyebab Keterlambatan Pencairan Beasiswa 2026

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan komitmennya dalam membimbing generasi muda agar sukses dan optimis menjadi petani.

Baca Juga : Pertanian Jadi Prioritas Utama, Pemkab Bojonegoro Bertekad Jadi Produsen Padi Terbesar Kedua Jawa Timur

"Sebagai pimpinan, tugas kami adalah memastikan generasi muda mampu melihat potensi besar di sektor pertanian dan berani merajut masa depan di sana," ujar Bupati.

Dengan adanya petani milenial, Pemkab Bojonegoro berharap dapat meyakinkan generasi muda untuk bangga dan optimis dalam berprofesi sebagai petani. Bupati lebih lanjut memaparkan visi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat, salah satunya melalui peningkatan produktivitas pertanian, termasuk dengan menanami lahan-lahan tertentu dengan buah-buahan.

"Kami berusaha menjadikan masyarakat Bojonegoro yang mayoritas petani, bangga sebagai petani. Kami ingin menjadikan generasi muda optimis bahwa bertani mampu memberikan nilai yang baik bagi kehidupan anak cucu mereka,” imbuhnya.

Baca juga: Antisipasi Gagal Panen, Pemkab Lamongan Lakukan Gerdal OPT WBC Serentak Menggunakan Drone

Baca Juga : Warga Bojonegoro Geger Penemuan Tumpukan Celana Dalam di Toren Bekas Puskesmas Malo

Sementara itu, Muhadi, Owner Laskar Buah Indonesia, mendorong petani milenial untuk berpikir layaknya seorang pengusaha.

"Petani milenial harus menggunakan cara produksi sebesar-besarnya untuk dijual keluar. Potensi pertanian dari sudut pandang buah masih kurang, Bojonegoro harus bangkit dan petani harus punya pola pikir pengusaha untuk menciptakan lapangan usaha," kata Muhadi.

Ia optimis bahwa petani milenial sebisa mungkin dapat menjadi pengusaha di bidang pertanian. Menurutnya, semakin banyak pengusaha, Bojonegoro akan semakin makmur. Kegiatan Jagongan Petani Milenial ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membina dan memberdayakan generasi muda untuk menjadi tulang punggung kemajuan pertanian daerah.

Baca juga: Kecamatan Kota Belum Terkejar, Perebutan Juara Umum Porkab Bojonegoro Masih Panas

Baca Juga : Atlet Angkat Besi Bojonegoro Borong Medali di Porprov IX Jatim, Lampaui Target Emas

“Saya harap kegiatan semacam ini akan terus memicu lahirnya petani-petani milenial yang inovatif, adaptif, dan berjiwa wirausaha, demi mewujudkan kemandirian ekonomi Bojonegoro yang berkelanjutan,” pungkas Muhadi.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bojonegoro, ditemani oleh pemateri-pemateri terkemuka seperti Suryo Wiyono, Dekan Fakultas Pertanian IPB; Zainal Fanani, PLT Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro; dan Muhadi, Owner Laskar Buah Indonesia. Mereka berkolaborasi untuk menginspirasi dan membekali para petani milenial dengan wawasan serta pengetahuan baru. (yud) 

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru