Tradisi Kurban Perantau Negeri Jiran di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Kian Semarak

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Sapi kurban dari Bani Musleh perantauan asal Desa Sukaoneng, Pulau Bawean (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik– Perayaan Hari Raya Idul Adha menjadi momen yang selalu dinanti oleh para perantau asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, terutama mereka yang menetap di Negeri Jiran. Setiap tahunnya, mereka tak pernah absen mengirimkan hewan kurban untuk dibagikan kepada keluarga dan masyarakat di kampung halaman.

Di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, tercatat sekitar 17 ekor sapi kurban berasal dari para perantau, mayoritas dari Malaysia dan sebagian dari Singapura. Tradisi ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional dan sosial para perantau terhadap tanah kelahiran mereka.

Baca juga: Brio Tabrak Truk Gas Alam hingga Terbakar di Tol Sumo, Tiga Orang Luka-luka

Salah satu contohnya adalah di Dusun Nangger, di mana seekor sapi hitam seberat setengah ton dikurbankan oleh keluarga Bani Musleh, yang saat ini merantau di Malaysia. Hewan kurban tersebut dipersembahkan untuk keluarga serta warga sekitar.

Kepala Desa Sukaoneng, Abdul Hayyi, menyebutkan bahwa jumlah hewan kurban dari perantau tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu memang jumlahnya tidak sebanyak sekarang karena Pulau Bawean masih terdampak gempa,” ungkapnya.

Baca juga: Gresik Punya Banyak Cerita, Bupati Yani Hidupkan Lagi Sejarah Lewat Kuliner dan Budaya

Ia menambahkan bahwa tradisi berkurban oleh para perantau telah menjadi kebiasaan yang mengakar kuat setiap kali Idul Adha tiba.

Baca juga: Polres Gresik Rehabilitasi Kades dan Nelayan Pengguna Sabu di Bawean ke BNNK
“Banyak warga Bawean yang bekerja di Malaysia dan Singapura pulang kampung menjelang hari raya,” katanya.

Sebaran sapi kurban dari para perantau mencakup beberapa dusun, antara lain: Kampung Baru (5 ekor), Paginda (3 ekor), Tambilung (6 ekor), Rojing (2 ekor), dan Nangger (1 ekor).

Kedatangan para perantau pun mulai terlihat sejak tiga hari sebelum Idul Adha. Puncaknya terjadi pada Kamis, 5 Juni 2025, saat ratusan warga perantauan tiba di Pulau Bawean dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia.

Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Icon Mall Gresik Gandeng PMI Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

Perwira jaga KSOP Kelas II Gresik, Capt Zainal, mencatat sekitar 400 penumpang yang sebagian besar merupakan perantau kembali ke Pulau Bawean untuk merayakan Idul Adha dan berkurban bersama keluarga.

Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian para perantau terhadap kampung halaman mereka. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru