KLIKJATIM.Com | Gresik – Puluhan warga Desa Pongangan menggeruduk sebuah gudang di Jalan KH Syafi'i, Manyar, Gresik, yang diduga menjadi tempat praktik ilegal pengoplosan solar.
Aksi ini dipicu bau menyengat mirip gas bocor dan debu hitam pekat yang keluar dari gudang tersebut, yang letaknya hanya beberapa meter dari Balai Desa Pongangan.
Baca juga: Truk Box Terguling di Simpang Empat Segoromadu Gresik Timpa Dua Motor, Tak Ada Korban Jiwa
Gudang tersebut tak hanya menimbulkan bau menyengat yang membuat napas sesak, tetapi juga dianggap sebagai ancaman serius terhadap keselamatan warga sekitar. Video penggerebekan mendadak oleh warga pun viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat warga menyerbu lokasi dan menemukan sejumlah tangki besar berwarna biru-putih yang diduga ditinggalkan pelaku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa solar dalam tangki-tangki tersebut dioplos dengan oli bekas. Praktik ilegal ini disebut sudah berlangsung lama dan bukan kali pertama terjadi. Warga Desa Pongangan dan Desa Suci mengaku telah berulang kali melakukan aksi protes, namun aktivitas gudang terus berlangsung tanpa hambatan hukum.
Kepala Desa Pongangan, Aan Chunaifi, membenarkan bahwa gudang tersebut berada di wilayahnya.
"Benar, gudang itu berada di perbatasan Desa Pongangan dan Desa Suci," ujarnya, Minggu (18/5).
Aan menjelaskan, aksi terbaru dilakukan oleh warga Desa Suci pada Sabtu malam sekitar pukul 18.30 WIB usai salat Magrib. Sebelumnya, warga Pongangan juga menggelar aksi serupa pada Jumat (2/5).
"Setiap malam bau solar oplosan itu sangat menyengat, seperti gas LPG bocor. Warga mengeluh sesak napas, baunya bahkan menempel di dalam rumah dan sulit hilang," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya pernah mendatangi langsung gudang tersebut dan telah melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Meski DLH sempat mengeluarkan surat peringatan, namun aktivitas di gudang itu tetap berjalan seperti biasa.
"Awalnya mereka mengaku gudang itu hanya untuk parkir truk. Katanya milik PT LBB, dan izinnya pun atas nama itu. Tapi sekarang dugaan kuat, itu hanya kedok untuk praktik oplosan solar," tegas Aan.
Warga Desak Penindakan Tegas
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola gudang. Warga semakin resah dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Mereka khawatir, jika dibiarkan, kasus ini dapat memicu ledakan sosial maupun bencana lingkungan yang lebih besar. (ris)Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar
Baca juga: Pengurus BP3MNU Randegansari Gresik Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Tafsir Humanistik Gus Dur
Editor : Abdul Aziz Qomar