KLIKJATIM.Com | Sampang - Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz berkomitmen kuat dalam membangun kemandirian ekonomi desa melalui partisipasinya pada Dialog Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digelar di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Rabu (30/4/2025).
Kehadirannya mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menyambut program strategis nasional yang dicanangkan Presiden RI melalui Inpres No. 9 Tahun 2025.
Baca juga: Polres Sampang Amankan Ibu Pembuang Bayi di Semak-semak
Dialog penting ini turut dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, para wakil menteri dari berbagai kementerian strategis seperti Koperasi, Dalam Negeri, Keuangan, Kesehatan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, serta BUMN. Hadir pula Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Forkopimda Jatim, para kepala daerah se-Jatim, kepala dinas, hingga kepala desa dan lurah dari seluruh Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, Wabup Sampang Ahmad Mahfudz menyampaikan pandangan visioner tentang pentingnya koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa. Ia menyambut Inpres No. 9/2025 yang menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih, dan menyatakan bahwa Sampang siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini.
Baca juga: Enam Kapolsek Diganti, Kapolres Sampang Harap Jaga Nama Baik Institusi
“Potensi lokal di desa-desa Sampang sangat besar, hanya butuh ruang dan sistem yang terorganisir untuk dikembangkan. Koperasi Merah Putih adalah jawaban konkret untuk itu,” ujarnya.
Baca juga: 485 CJH Kabupaten Sampang Terbagi Tiga KloterDukungan terhadap program ini juga disuarakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui sambutannya. Ia bahkan meminta agar koperasi desa diberi peran strategis sebagai penyalur pupuk dan LPG.
“Kami siap di garda terdepan mendukung program ini, termasuk saat peluncuran nasional nanti. Aspirasi kepala desa sudah kami dengar, dan semangat Jawa Timur adalah semangat gotong royong,” ungkap Khofifah.
Baca juga: Dituduh Curi Sandal dan Sanyo, Pria di Sampang Ditembak di Bagian Tumit
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dibentuk sebagai respons terhadap tantangan ekonomi desa yang semakin terpinggirkan oleh ekspansi industri besar. Ia menekankan bahwa koperasi desa harus menjadi motor penggerak kemandirian pangan dan pemerataan kesejahteraan di akar rumput.
Semangat kolaboratif dan kepemimpinan daerah yang responsif dan kolaboratif dalam pembentukan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak awal transformasi ekonomi desa yang lebih adil, inklusif, dan berdaya saing. (Fadil/qom)
Editor : Redaksi