Gubernur Jatim Dorong Pemanfaatan Aplikasi e-Detik dan BUAIAN untuk Ibu Hamil

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Khofifah saat meninjau fasilitas kesehatan (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk memanfaatkan dua aplikasi inovatif milik Dinas Kesehatan Jawa Timur, yakni elektronik Deteksi Risiko Tinggi Ibu Hamil (e-Detik) dan Bunda Anak Impian (BUAIAN).

Menurut Gubernur Khofifah, kedua aplikasi tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi risiko tinggi pada kehamilan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan data dari World Health Organization (WHO) yang menyebutkan bahwa hampir 300.000 ibu meninggal setiap tahunnya akibat komplikasi kehamilan dan persalinan.

Baca juga: Hari Keluarga Nasional Ke-33, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Ketahanan Melalui Kehadiran Ayah dan Kolaborasi Pengasuhan

“Dengan aplikasi e-Detik dan BUAIAN, ibu hamil bisa memantau kondisi kesehatannya sendiri. Ini sangat penting untuk mencegah kematian ibu akibat kehamilan berisiko tinggi,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (7/4).

Aplikasi e-Detik memungkinkan ibu hamil mencatat keluhan dan gejala yang dirasakan. Data ini bisa diakses oleh pendamping seperti kader atau tenaga kesehatan, sehingga tanda bahaya dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.

“Sampai saat ini sudah ada 1.026 ibu hamil yang menggunakan aplikasi e-Detik, dan 20% di antaranya terdeteksi memiliki risiko tinggi. Keluhan terbanyak adalah batuk, nyeri dada, dan kecemasan,” jelas Khofifah.

Sementara itu, aplikasi BUAIAN ditujukan untuk skrining awal tidak hanya bagi ibu hamil, tetapi juga pasangan usia subur (PUS) yang merencanakan kehamilan. Aplikasi ini dapat mengidentifikasi risiko kesehatan sejak dini.

Baca juga: Kuota Kosong Dialihkan, Gubernur Khofifah Ingatkan Calon Murid SPMB Jatim Segera Daftar Ulang

“Sebanyak 6.713 orang telah mengakses aplikasi BUAIAN, dan 26,5% di antaranya terdeteksi berisiko tinggi. Salah satu faktor dominan adalah berat badan yang kurang ideal,” tambahnya.

Baca juga: Satlantas Polres Gresik Gelar Makan Bareng Ratusan Pengojek Online sambil Sharing Keselamatan Berkendara
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka kematian ibu (AKI) masih menjadi perhatian serius. Di Jawa Timur, AKI tahun 2024 tercatat sebesar 82,56 per 100.000 kelahiran hidup, turun dari 93,73 per 100.000 pada tahun 2023 dan berada di bawah target provinsi sebesar 93,34.

Meski demikian, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah. “Kita harus maksimalkan ikhtiar untuk mempercepat penurunan AKI, salah satunya melalui inovasi aplikasi ini,” tegasnya.

Selain kedua aplikasi tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, termasuk dua kali USG oleh dokter. Rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut juga disiapkan bagi ibu hamil dengan kondisi berisiko tinggi, serta layanan kunjungan nifas pascapersalinan.

Baca juga: Gubernur Khofifah Optimis Perkuat Investasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Percepat Kesejahteraan Masyarakat Jatim

“Inovasi ini bertujuan untuk mendeteksi ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus. Kesehatan ibu adalah kunci terbentuknya keluarga dan masyarakat yang sehat,” ujar Khofifah.

Mengutip pepatah Arab al-ummu madrasatul ula, Khofifah mengingatkan pentingnya peran ibu sebagai fondasi keluarga. “Mari kita dukung ibu hamil secara fisik dan emosional sebelum, selama, dan sesudah persalinan,” pungkasnya. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru