Di Gresik, Karyawan yang DiPHK dan Dirumahkan Kesulitan Daftar Kartu Prakerja

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pasca banyaknya karyawan yang di PHK dan dirumahkan imbas Covid-19, pemerintah memberikan tawaran Kartu Prakerja. Namun, sayangnya setelah pendaftaran ditutup masih banyak korban PHK dan karyawan yang dirumahkan tak bisa daftar.

Seperti yang dirasakan salah satu karyawan Lising pembiayaan kredit di Gresik, SN. Dia dirumahkan sejak ada info Covid-19. Dirinya dirumahkan sejak Maret lalu karena pasar yang menjadi tempat kerjanya sepi.

Baca juga: Logistik Papua Selatan Bergairah, Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5 Persen

"Pasarnya sepi, Ada 30 karyawan yang dirumahkan sampai waktu yang tidak ditentukan," katanya kepada klikjatim.com

Meski statusnya dirumahkan, tidak diPHK Ia juga sangat kesulitan dalam mengakses Kartu Prakerja karena kuota terbatas. "Kartu prakerja yang pasti itu apa, tidak tau, ngurus kelanjutannya apa. Kan masih belum jelas. Itu terakhir tanggal 14, saya tidak bisa masuk, mungkin sistemnya, dan banyak keroyokan orang yang ikut," ujarnya.

[irp]

Ia juga sangat menyesal dengan himbauan dinas terkait untuk mengikuti kartu Prakerja tapi tidak ada realisasinya.  "Kurang maksimal disnaker itu, hanya menerima laporan, tidak mau jemput bola dari perusahaan. Semestinya ada tim intelegensi ke perusahaan. Disnaker hanya mendata, dan keprihatin terdahap pekerja yang dirumahkan atau diPHK hanya dibuat laporan, kalau tidak komunikasi tidak ada tindak lanjut lagi," keluhnya.

Pria yang sudah kerja 6 tahun itu merasakan banyak keresahan, dalam status dirumahkannya sebagian karyawan sekitar 30 orang di tempat kerjanya, dirinya mengaku banyak kendala, dan bingung.

"Semua teman-teman yang diPHK dan dirumahkan kendalannya di email, dan pasword. Buat lagi kelamaan, wifi yo susah," tandasnya.

Dia juga mengeluhkan ribetnya pendaftaran. Pemasukan juga tidak ada, perusaahaan semua sudah banyak tidak buka lowongan, masuk perusahaan juga kadang harus modal, itu juga endingnya belum tentu diterima kerja. 

Baca juga: Bikin Kupang Makin Menyala! Booth Honda Guncang Honda DBL 2026 dengan Promo Spesial dan Riding Test

Hal demikian juga dirasakan oleh karyawan PT. BSA Bringkang, Menganti yang sekitar 500 orang karyawannya diPHK. Semuanya belum mendapatkan kartu Prakerja.

Begitu juga dengan salah satu karyawan Hotel Febri yang sejak bulan Maret dirumahkan tanpa ada kejelasan dan jaminan dari tempat kerjanya dan dinas yang terkait. 

Sementara itu, Kadisnaker Gresik Ninik Asrukin mengatakan, jika ada beberapa karyawan yang belum bisa mendaftar kartu pra kerja, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para pendaftar dengan datang ke kantor Disnaker Gresik di Jalan Dr. Wahidin, Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Sedangkan untuk yang masih belum mendaftarkan kartu Prakerja bisa dilakukan pendaftaran ulang di minggu selanjutnya.

"Daftar lagi, 1 minggu sekarang bertambah jatah jadi 200 ribu orang, dari 164 orang pendaftar," katanya kepada klikjatim.com

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

Jika tidak lolos, pihaknya belum memastikan karena disnaker hanya pendampingan saja. "Kami buka pelayanan sesuai dengan perpres No.36," ujarnya.

[irp]

Dalam situasi ini pihaknya juga sudah membagikan surat edaran kartu Prakerja ke perusahaan hingga ke desa-desa. "Kalau dapat KIS,atau sudah ada bantuan dari Dinsos,  ya gak boleh dapat kartu Prakerja," pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru