Bocah 7 Tahun di Jember Diduga Hanyut Terbawa Arus Sungai Bedadung, Tim Basarnas Lakukan Pencarian

klikjatim.com
Petugas Basarnas saat di lokasi kejadian (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember - Bocah laki-laki berusia 7 tahun berinisial MAM dilaporkan hilang setelah diduga hanyut terbawa arus Sungai Bedadung di belakang komplek Perumahan Vila Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Senin (23/12/2024) sore.

Bocah yang tinggal di Jalan Imam Bonjol RT 002 RW 011 Lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, diduga hanyut saat bermain di dekat aliran Sungai Bedadung sekitar pukul 13.30 WIB. Pada saat itu, arus sungai cukup deras dan debit air tinggi.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Tiga Nelayan Yang Hilang

"Keponakan saya sudah dilarang untuk bermain jauh-jauh. Dia biasanya tidak pergi jauh sampai ke sungai. Apalagi dia bukan warga sini, biasanya dia bermain di dekat rumah atau sekitar jalan," kata Tante korban, Rofiatul Jannah (20), yang ditemui di lokasi kejadian.

Korban, yang merupakan siswa kelas 1 SDN Tegal Besar 01, sedang bermain bersama seorang temannya yang berusia 10 tahun. “Temannya itu biasanya tidak main dengan adik saya. Setelah kejadian itu, temannya yang selamat memberitahu keluarga bahwa MAM hanyut terbawa air,” kata Rofi.

Baca juga: Tiga Nelayan Jember Hilang Diterjang Ombak, SAR Perluas Pencarian hingga 48 Mil Laut

Menurut Rofi, korban diduga terpeleset saat bermain di pinggir sungai. “Temannya bercerita bahwa Alfin sempat memegang kayu yang ditarik oleh kakak temannya, namun karena arus sungai yang deras, kayu itu lepas dan Alfin terbawa arus,” ujarnya.

Baca juga: Ibu Hamil Korban Banjir di Jember Melahirkan Setelah Dievakuasi Relawan ke Puskesmas Curahnongko
Keluarga korban sangat terkejut mendengar kabar tersebut. MAM merupakan anak bungsu dari pasangan Joko (40) dan Zuliyatin (39), yang bekerja di Kalimantan Timur. “Di rumah hanya ada ibu saya (mbahnya). Beliau yang memberi tahu saya karena saat itu saya sedang bekerja,” kata Rofi. “Tidak ada firasat sebelumnya. Mbah hanya bilang airnya naik tadi malam,” tambahnya.

Proses pencarian korban segera dilakukan oleh Tim Basarnas Jember. Dibantu oleh relawan dari berbagai unsur, seperti SAR OPA, Jember Bergerak, Siluman Rescue, WMI, dan Bensromben Indonesia, tim pencarian diterjunkan untuk mencari Alfin.

Baca juga: 58 Mahasiswa Asal NTT Kuliah di UNEJ, 6 dari Daerah Terdampak Gempa Jadi Perhatian Kampus

Koordinator Basarnas Pos SAR Jember, Andi Irawan, menjelaskan bahwa mereka menggunakan dua alat rafting untuk mencari korban. "Kami mencari menggunakan LCR untuk menyelam dan menyisir sungai dari permukaan. Pencarian hari ini belum membuahkan hasil, tetapi akan dilanjutkan esok hari mulai pukul 07.00 WIB," kata Andi.

Pencarian akan diperluas hingga mencakup area sekitar 2 kilometer, mulai dari lokasi kejadian hingga Jembatan MAN dan jembatan belakang STAIN. Tim pencarian menutup aktivitas hari ini pukul 17.00 WIB dan akan melanjutkan pencarian keesokan harinya. (qom)

Editor : Muhammad Hatta

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru