KLIKJATIM.Com | Gresik - Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Gresik bersama Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dan Kesatuan Pelajar, Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menggelar Rembuk Pangan Pesisir 2024 di Din Café Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jumat 6 Desember 2024.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Memperkuat Ekosistem Kemandirian dan Kedaulatan Pangan dari Laut untuk Kesejahteraan Nelayan Indonesia".
Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar
Rembuk Pangan Pesisir dihadiri puluhan nelayan, perempuan pesisir, pemuda dan mahasiswa pesisir serta Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik serta perwakilan DPP KNTI.
Ketua DPD KNTI Gresik, Mashudin dalam sambutan kegiatan tersebut menjelaskan, nelayan adalah pahlawan nutrisi yang berperan penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, oleh karenanya pihaknya sengaja menggelar Rembuk Pangan Pesisir untuk mengidentifikasi berbagai potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang ada di pesisir dalam mendukung program pemerintah, yakni ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.
“Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangan sebagai salah program prioritas, oleh karenanya ini harus didukung oleh kita semua dan kami ingin menunjukkan bahwa kelautan dan perikanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan pangan serta kedaulatan pangan nasional,” ungkapnya.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Arip Wicaksono pada kesempatan itu bilang, dia sangat mengapresiasi pelaksanaan rembuk pangan pesisir. Menurutnya, sektor perikanan di Kabupaten Gresik memberikan kontribusi besar dalam upaya ketahan pangan.
“Produksi perikanan di Kabupaten Gresik meningkat dalam 3 tahun terakhir, kami berusaha menjaga dan memperkuat ekosistem kemandirian dan kedaulatan pangan dari laut untuk kesejahteraan nelayan Gresik Khususnya dan Indonesia pada umumnya," ujar Arip Wicaksono.
Baca juga: Pengurus BP3MNU Randegansari Gresik Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Tafsir Humanistik Gus Dur
Dalam diskusi rembuk pangan pesisir tersebut, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Darnimawati dalam pemaparannya menjelaskan, pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan.
Baca juga: Sambat Kesulitan dapat BBM Bersubsidi, KNTI Gresik Wadul DewanUntuk melaksanakan program tersebut, Dinas Pertanian memiliki Rumah Pangan B2SA untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan sejak usia dini.
"Kemudian kami juga memiliki program B2SA Goes to School untuk mensosialisasikan pentingnya makanan B2SA kepada siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang sehat dan berdaya saing. Serta program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan," beber Darnimawati.
Pada kesempatan itu, para peserta rembuk yang terdiri dari nelayan, perempuan nelayan dan pemuda nelayan menyampaikan berbagai pandangannya terkait ketahanan pangan di sektor pesisir.
Ketua DPD KPPI Gresik, Anggun Cipta Indah menyatakan bahwa ketahanan pangan nasional bergantung pada ketahanan pangan daerah, ketahanan pangan daerah bergantung pada ketahanan pangan desa, ketahanan pangan desa bergantung pada ketahanan pangan keluarga dan ketahanan pangan keluarga yang mengaturnya adalah perempuan, oleh karenanya pihaknya meminta kepada dinas instansi terkait untuk membuat program khusus untuk membantu kapasitas perempuan pesisir dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang berdampak terhadap ketahanan pangan desa, daerah dan nasional.
"Perempuan pesisir adalah komponen penting dalam upaya mewujudkan ketahan pangan nasional, oleh karenanya kita harus betul-betul memperhatikan kaum perempuan, terutama membantu mereka untuk dapat meningkatkan kapasitasnya, membantu permodalan dan pemasaran bagi perempuan yang telah memiliki produk olahan ikan dan mangrove," tegasnya.
“Jika perempuan pesisir berdaya dan sejahtera maka keluarga juga akan Sejahtera, pada saat yang sama desa, daerah dan negara juga akan sejahtera, inilah modal utama kita untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan pangan nasional," imbuh Anggun. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar