Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Gresik Kembali Makan Korban, Istri Diduga Ditusuk Suami Hingga Meninggal Dunia

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Korban saat ditemukan di halaman rumahnya ditunggui para tetangga sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Gresik kembali makan korban. Peristiwa kali ini terjadi di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Kapolsek Driyorejo AKP Musihram menyampaikan, korban berinisial MF yang tinggal di desa setempat tewas setelah diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya. Terduga pelaku berinisial ML usia (41), peristiwa itu diduga dipicu cekcok keluarga.

Baca juga: Truk Box Terguling di Simpang Empat Segoromadu Gresik Timpa Dua Motor, Tak Ada Korban Jiwa

Musihram mengungkapkan, peristiwa dugaan KDRT yang berujung kematian itu terjadi Sabtu 23 November 2024 sekitar pukul 14:30 WIB. Musihram menjelaskan, korban mengalami luka diduga akibat ditusuk pisau. Korban ditemukan bersimbah darah di halaman rumahnya oleh tetangga.

"Korban MF diduga dianiaya suaminya ML dengan menggunakan senjata tajam," katanya.

Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian muka dan punggung. Selanjutnya, korban dilarikan ke Ruma Sakit Petrokimia Driyorejo.

Baca juga: Polsek Driyorejo Tangkap Pelaku Curanmor Usai Bonyok Dihajar Warga
"Korban meninggal dunia saat dilakukan perawatan di rumah sakit," ungkapnya.

Setelah mendapatkan laporan, polisi segera melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti yang terdiri dari 1 buah sarung pisau, 1 buah obeng, identitas terduga pelaku dan korban. Juga meminta keterangan saksi-saksi.

Baca juga: Pengurus BP3MNU Randegansari Gresik Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Tafsir Humanistik Gus Dur

Musihram bilang, untuk kronologi lengkap dan motifnya, pihaknya masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan PPA Satreskrim Polres Gresik.

"Untuk motif dan kronologi lengkap masih dalam pendalaman," pungkasnya. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru