Sejak Februari, Harga Pupuk Urea Tembus Rp 250 Ribu

klikjatim.com
MENJERIT : Petani di Bondowoso dihadapkan harga pupuk yang melambung. ist

KLIKJATIM.Com I Bondowoso - Meroketnya harga pupuk membuat sejumlah petani di Bondowoso kalang kabut.

Seperti dialami petani di Kecamatan Tlogosari, Pujer, Jambesari Darussholah dan Tapen, Kabupaten Bondowoso, harga pupuk Urea tembus Rp 250 Ribu per 100 Kg. Terlebih untuk mendapatkannya tidak mudah alias langka.

Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH

[irp]Hafizd, salah seorang petani Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari mengatakan harga tak wajar pupuk ini sangat merugikannya. Hanya saja dia tak bisa berbuat apa-apa lantaran membutuhkannya. "Harga pupuk naik tidak di imbangi dengan harga padi yang nyaris tetap ," ujarnya, Selasa (14/4/2020).

[irp]Hafizd curiga ada oknum yang bermain. Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta bertindak tegas dan mencabut izin oknum pengecer dan oknum distributor yang nakal.

Tak hanya itu, Sanusi, Warga Desa/ Kecamatan Jambesari, juga menyampaikan, bahwa harga pupuk di daerahnya mencapai harga Rp 2500 sampai Rp 3000 setiap pembelian 1 Kg jenis pupuk bersubsidi Urea.

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

"Jika membeli 100 Kg bisa menembus harga Rp 250 Ribu sampai Rp 300 Ribu rupiah," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Pak Yul, Salah seorang Warga yang tinggal di Kecamatan Pujer menyampaikan, bahwa harga pupuk di Pujer juga tembus seharga Rp 250 Ribu Jenis Urea setiap pembelian 100 Kg.

"Sedangkan pupuk Phonska harganya Rp 280 Ribu setiap pembelian 100 Kg," ujarnya.

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Selain itu, Akhmad Kusairi Rahman, warga Desa Jurang Sapi, Kecamatan Tapen juga mengatakan, bahwa harga pupuk urea di wilayah Kecamatan Tapen mencapai Rp 220 Ribu setiap pembelian 100 kilogram pupuk. Sementara harga pupuk phonska Rp 240 Ribu setiap 100 kilogram.

"Harga itu sudah cukup berlangsung lama sejak bulan Januari dan Februari," pungkasnya.(SJP/rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru