Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Gresik Berkurang, Berdasarkan Data BPS 2024

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Profil Kemiskinan Kabupaten Gresik 2024 (Dok/BPS Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik pada tahun 2024 menurun. Hal ini terlihat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Dalam data tersebut, tercatat persentase angka kemiskinan di Kabupaten Gresik berada di angka 10,32% atau sebanyak 142.390 jiwa.

Angka ini, turun dari angka 12,42% atau sebanyak 166.350 jiwa di awal Gus Yani dan Bu Min menjabat (tahun 2021) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik.

Baca juga: Pencinta Pedas Gresik Merapat! Nasi Tempong Mak Ros Resmi Buka di Green Garden, Sambal Segarnya Bikin Nagih

Berdasarkan data BPS, jumlah kemiskinan ini menjadi yang terendah dalam 15 tahun terakhir.

Pada tahun 2023, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sebanyak 149,75 ribu orang atau 10,96 persen dari total jumlah penduduk, sementara pada 2022 sebanyak 149,64 ribu orang, setara 11,06 persen. Di tahun 2023 tersebut, jumlah penduduk miskin naik tipis meski persentase menurun.

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur, selama tiga tahun terakhir Kabupaten Gresik berhasil menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan sebesar 2,10% sejak tahun 2021 hingga 2024. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,61�lam periode yang sama.

Wakil Bupati Gresik sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Gresik Aminatun Habibah mengatakan, selama tiga tahun terakhir tren kemiskinan di wilayahnya terus mengalami penurunan.

"Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir terhitung dari 2021, Gresik berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 2,1% pada 2024," katanya beberapa hari lalu dalam sebuah kesempatan.

Baca juga: PT BKMS Gelar Program Pelatihan untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar KEK Gresik

Capaian tersebut menjadi satu tren positif dan menambah motivasi Pemerintah Kabupaten Gresik. Terlebih standart garis kemiskinan Gresik (berdasarkan pengeluaran perbulan) pada Maret 2024 sebesar Rp608.828/bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang di angka Rp536.122/bulan.

Baca juga: Pemkab Gresik Diminta Daftarkan Warga Miskin di DTKS Untuk Dapat PBI JK
Hal ini berarti, walaupun dengan standar garis kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik berhasil menjaga tren penurunan angka kemiskinannya tetap dibawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur.

Wabup menjabarkan, capaian ini bukan merupakan garis finish bagi dirinya dan Bupati Fandi Akhmad Yani. Karenanya, hingga saat ini upaya pengentasan kemiskinan tanpa henti dilakukan dengan sinergi baik antar OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik maupun dengan instansi atau pihak lain.

Program bantuan langsung tunai secara rutin disalurkan kepada keluarga yang sangat membutuhkan, dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan daya beli.

"Selain itu, pelatihan keterampilan kerja diberikan kepada masyarakat kurang mampu, membantu mereka memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan," tutur Aminatun Habibah.

Baca juga: Manjakan Lidah di Awal Tahun, Hotel Santika Gresik Luncurkan Iga Bakar Sambal Embe dan Promo Menginap Spesial

Pembangunan infrastruktur dasar di desa juga menjadi perhatian, dengan proyek-proyek seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang dirancang untuk memudahkan akses dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi lokal juga didorong, termasuk dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bantuan modal bagi wirausaha lokal.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk pengembangan ekonomi lokal, dan lembaga pendidikan serta pelatihan memberikan kursus yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pemkab Gresik juga aktif bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah dan akademisi untuk merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Seperti halnya lewat Baznas yang memberikan bantuan produktif bagi masyarakat, dan beasiswa pendidikan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru