KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Beberapa elemen masyarakat di Sidoarjo berharap KPK tegas menangani kasus yang menjerat Bupati Ahmad Muhdlor. Apalagi kali ini Gus Muhdlor panggilan akrab bupati, mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK, kali kedua. Mereka menginginkan, Pendapa Delta Wibawa dipimpin oleh orang yang bersih dan amanah.
Wakil Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Sidoarjo yang juga ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Damar Indonesia Sidoarjo, Dimas Yemahura Al Farauq, bersama elemen lain mendesak KPK segera menjemput paksa Gus Muhdlor, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemotongan insentif pajak pegawai Badan Pelayanan Pajak daerah (BPPD) Sidoarjo.
Baca juga: Dua Kali Bobol Indomaret, Pria di Sidoarjo Akhirnya Diciduk Polisi
“Kami kecewa dan prihatin dengan Bupati Muhdlor yang tidak taat hukum, oleh karena kami minta KPK menjaga independensinya, kewibawaan dan marwahnya dengan berani menjemput bupati Sidoarjo karena sudah mangkir untuk kali kedua. Padahal dalam banyak kesempatan, bupati selalu menekankan agar warga taat hukum ,” ujar Dimas Yemahura, Jumat (3/5/2024) sore.
Baca juga: Bupati Subandi Instruksikan Percepatan Betonisasi Jalan Tambakcemandi Sidoarjo
Menurut Dimas, apabila tuntutannya tersebut diabaikan, Dimas dan elemen masyarakat Sidoarjo lainnya akan menggelar demo. “Dalam demo di kantor KPK beberapa waktu lalu kami sempat ditemui orang KPK. Mereka menegaskan tidak akan bisa dipolitisasi dalam kasus ini. Karena itu jika Bupati Muhdlor tidak ada ketegasan dari mereka, kami menganggap mereka sudah mencoba mencederai penegakan supremasi hukum,” terangnya.
Baca juga: HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Terkait tidak hadirnya Gus Muhdlor memenuhi panggilan KPK pada hari ini, Dimas mengatakan hal itu sama saja dengan melecehkan KPK. (gin)
Editor : Satria Nugraha