KLIKJATIM.Com | Jakarta - Sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran Fadly Rahman mengatakan mengatakan kue-kue kering seperti nastar, kastengel, lidah kucing, dan putri salju yang populer disajikan sebagai kudapan khas Lebaran memiliki makna toleransi di baliknya.Ia menjelaskan kue kering tersebut mulanya dikenal pada masa kolonial melalui pertukaran hantaran dari keluarga Eropa untuk keluarga priyayi yang merayakan hari Lebaran. Kue-kue tersebut juga menjadi kudapan yang biasa dihidangkan pada hari-hari perayaan umat Nasrani."Kue-kue kering ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan lebaran dan di sini juga ada hantar-menghantar ketika Lebaran. Keluarga-keluarga Eropa menghantarkan makanan seperti kue-kue kering ini untuk keluarga priyayi," kata Fadly saat dihubungi KLIKJATIM.Com, Senin.Ia mengatakan kue kering yang diadopsi dari kalangan Eropa tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk, bahan, dan rasa yang berbeda dengan aslinya.Kastengel (kaasstengels, dalam bahasa Belanda), misalnya, memiliki bentuk yang lebih panjang dalam versi aslinya. Selain bentuk, Fadly mengatakan kualitas keju yang digunakan pada kastengel di Belanda dan Hindia Belanda juga memiliki perbedaan.Atau nastar, misalnya, terinspirasi dari kue pai atau tar Eropa yang biasanya diisi dengan bluberi dan apel. Nastar berasal dari dua kata dalam bahasa Belanda yaitu "ananas" (nanas) dan "taart" (pie).Fadly mengatakan nastar merupakan inovasi yang dibuat oleh para perempuan Belanda yang menetap di Hindia Belanda. Kala itu mereka memanfaatkan buah nanas yang hanya tumbuh di daerah tropis sebagai pengganti isian kue."Itulah ada proses modifikasi, artinya di tangan orang-orang di Hindia Belanda berbeda dengan apa yang dihasilkan di Belanda sana. Kalau kita perhatikan bentuk nastar dan kastengel yang ada di Belanda itu berbeda," ujarnya.Selain keluarga Eropa, Fadly menambahkan bahwa kalangan yang mengonsumsi kue-kue kering itu mulanya hanya keluarga priyayi atau ningrat sebab merekalah yang memiliki akses hubungan dengan orang-orang Eropa, hingga kemudian dibuat di rumah-rumah tangga pribumi kebanyakan."Pada masa itu, antara keluarga priyayi dan keluarga Eropa memiliki hubungan yang berkaitan dengan kepentingan politik, ekonomi atau bisnis, itu memang membuka hubungan yang terbuka dalam kaitan hantar-menghantarkan makanan," kata Fadly.Tradisi hantaran tak hanya terjadi saat Lebaran Idul Fitri. Sebaliknya, ketika momen hari raya bagi orang-orang Eropa tiba, seperti Natal, maka keluarga pribumi juga turut menghantarkan makanan tradisional."Jadi tidak heran kalau pada masa kolonial orang Eropa juga mengenal makanan-makanan khas pribumi, ya, seperti tertulis dalam buku-buku masakan berbahasa Belanda. Mereka bukan hanya menikmati makanan Eropa, tapi juga apa yang dinikmati pribumi," kata Fadly (ant/gin) Editor : Redaksi Lowongan & Karir PT Smelting Gresik Buka Lowongan Purchasing Senior Officer dan Smelter Engineer Kamis, 22 Okt 2026 21:15 WIB Hotel Santika Gresik Buka Lowongan Kerja Waiter/Waitress Daily Worker, Simak Persyaratannya Selasa, 20 Okt 2026 16:15 WIB Astra International Butuh Accounting Analyst, Ini Syaratnya Senin, 19 Okt 2026 12:09 WIB United Tractors Buka Rekrutmen Trainee Program untuk Fresh Graduate Kamis, 15 Okt 2026 13:08 WIB Lowongan Kerja Orang Tua Group Oktober 2026, Tersedia Berbagai Posisi Selasa, 13 Okt 2026 12:14 WIB Agrinas Butuh 10.000 Pekerja dalam Tiga Bulan, Pemanen Jadi Prioritas Jumat, 09 Okt 2026 12:15 WIB Berita Populer #1 Perampokan Toko Emas Murni Jember, Ibu dan Anak Jadi Korban Pembacokan Kamis, 22 Okt 2026 11:27 WIB #2 Tiga Siswa Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya Mahasiswa Unhan, Kasus Dilaporkan ke Polisi Selasa, 20 Okt 2026 05:30 WIB #3 Bupati Nganjuk dan Kadin Jatim Ingatkan Bahaya Hoaks dan Framing di Ruang Digital Minggu, 18 Okt 2026 16:03 WIB #4 Toyota Auto2000 Kenalkan New Kijang Innova Zenix dengan Teknologi T Intouch with Toyota Remote di Surabaya Jumat, 23 Okt 2026 22:16 WIB #5 Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite ke Bali, 66 SPBU Buka 24 Jam Minggu, 18 Okt 2026 12:15 WIB Berita Terbaru Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Petugas Berupaya Padamkan Sejumlah Titik Api Jumat, 28 Agu 2026 10:25 WIB Eks Kadisdik Sampang Jadi Tersangka, Proyek SMP Rp7,6 Miliar Diduga Rugikan Negara Rp2,7 Miliar Jumat, 28 Agu 2026 09:46 WIB Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gubernur Khofifah Berharap Jadi Momentum Perkuat Soliditas Jumat, 28 Agu 2026 09:30 WIB Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Polda Jatim Periksa 22 Saksi Jumat, 28 Agu 2026 09:22 WIB Pemusnahan Rokok Ilegal 43 Juta Batang Rokok Ilegal, Pemkot Surabaya Perluas Pengawasan ke 31 Kecamatan Jumat, 28 Agu 2026 08:12 WIB Perempuan Mabuk Pengemudi Outlander yang Tewaskan Pekerja Ditahan Polrestabes Surabaya Jumat, 28 Agu 2026 07:11 WIB