KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Penumpang bus di Terminal Rajekwesi Bojonegoro turun drastis sejak April 2020. Setiap harinya tidak lebih dari 2.000 penumpang yang berangkat dari Bojonegoro.
Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, sejak ada persebaran corona virus disease (covid-19) jumlah penumpang drastis. Jumlah bus yang beroperasi juga berkurang.
[irp]
"Sekarang hanya ada 1.725 penumpang yang berangkat dan 2.782 penumpang datang selama awal April hingga sekarang," katanya.
Padahal, sebelumnya setiap hari ada 7.465 penumpang yang turun dan 5.354 penumpang datang di Terminal Bojonegoro. Namun, sejak ada virus corona jumlahnya terus menurun.
Bahkan, kata Sentot, bus jurusan Bojonegoro-Nganjuk sekarang tidak beroperasi lagi. Sentot menduga, bus tidak operasi lantaran ada virus corona. Biasanya ada sekitar enam bus jurusan Bojonegoro- Nganjuk yang selalu beroperasi.
"Sudah tiga hari ini tidak operasi. Tidak tahu kenapa," katanya.
[irp]
Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro
Selain bus Bojonegoro-Nganjuk sejumlah armada memilih mengandangnkan armadanya lantaran sepi penumpang, padahal hari biasa ada 70 - 80 bus dan sekarang hanya ada 25 - 30 bus setiap harinya.
Perlu diketahui untuk armada bus dan angkutan yang tersedia di Terminal A Rajekwesi Bojonegoro, untuk AKAP berjumlah 94 unit. Lalu, AKDP sebanyak 324 dan mikro bus atau angkutan 73 unit. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah