KLIKJATIM.Com | Gresik – Pengidap tuberkulosis di Kabupaten Gresik bukan hanya orang dewasa, namun juga anak-anak.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik menyebutkan, ada sebanyak 36 anak di wilayah 10 puskesmas yang terkonfirmasi TBC. Anak-anak itu secara tidak langsung juga masuk dalam kategori stunting.
Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengutarakan, salah satu faktor kesembuhan stunting ini adalah TBC.
"Jika TBC tidak disembuhkan, maka stunting juga tidak sembuh-sembuh,” terang Khusnah.
Untuk itu, dalam skrining strunting dilakukan pula pemeriksaa TBC. Dan juga skrining penyakit lain agar diketahui anak stunting ini ada gangguan kesehatan lain atau tidak.
Dokter mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo ini menyebut, untuk penanganan stunting ini ada edukasi yang disampaikan kepada ibu balita. Sebab, persoalan stunting ini kebanyakan karena salah pola asuhnya.
Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang
"Kemarin memang saat pemeriksaan stunting juga dilakukan scrining TBC, kami temukan ada 36 anak sakit TBC,” imbuh dia.
Khusna menyebut, salah satu langkah untuk penanganan stunting secara tuntas yakni dengan mengintervensi apakah ada penyakit penyerta atau tidak. Nah saat ini intervensi TBC itu baru dilakukan di 10 puskesmas.
Dinkes melalui tim scrining TBC ke depan akan melibatkan seluruh puskesmas dalam scrining TB pada kasus stunting. Karena hal ini cukup efektif untuk menemukan kasus TBC.
Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
Khusna berharap dengan ditemukannya penyakit lain pada stunting ini dapat menurunkan kasus stunting lebih besar.
“Meski stuntingnya ditangani, tapi TBC tidak ditangani akan sama saja. Stuntingnya akan susah sembuh. Karena itu, ini berjalan beriringan untuk penuntasan kasus,” tandasnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar