KLIKJATIM.Com | Gresik - Pembangunan reservoir untuk distribusi air Perumda Giri Tirta dilanjutkan sejak Juni lalu oleh kontraktor atau rekanan proyek CV Kalembo Ade Mautama, progresnya mencapai 9 persen dan harus selesai 1 Desember mendatang.
Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa'diyah mengatakan, saat ini capaian progres itu meliputi pembersihan dan lanjutan konstruksi fisik reservoir. Selain itu pekerja juga sedang melakukan uji cona reservoir yang sudah terpasang.
Baca juga: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban untuk Masyarakat di 19 Provinsi pada Iduladha 1447 H
“Reservoirnya sudah terpasang sejak Desember tahun lalu. Namun reservoir ini perlu konektivitas agar bisa berfungsi seperti tujuan pembangunannya," terang Ida.
Sementara itu, di lokasi pekerjaan kemarin terlihat sepi pekerja. Bangunan yang dibagi menjadi dua bagian itu tampak sudah berdiri. Namun dindingnya masih terlihat semennya. Maklum reservoir bunder itu merupakan proyek tahun 2022 yang tidak selesai dikerjakan oleh kontraktornya.
Baca juga: Pipa Jaringan PDAM Makin Luas Menjangkau Wilayah GresikIda menyebut, progres dari pekerjaan yang sudah dilakukan pada tahun 2022 lalu mencapai 53 persen. Sehingga tahun ini tinggal melanjutkan pekerjaan tahun lalu.
“Kemarin ada kendala sehingga dilanjutkan tahun ini. Meski demikian jaringan pipa ke reservoir sudah terpasang,” imbuhnya.
Baca juga: Dzikir dan Tazkiyatun Nafs Jadi Terapi Spiritual Warga Sedagaran untuk Jaga Kesehatan Mental
Reservoir Bunder ini nantinya menghubungkan beberapa aliran air milik Perumda Giri Tirta. Baik dari SPAM Legundi maupun SPAM Umbulan. Jaringan itu akan diarahkan ke kota, Duduksampeyan dan Manyar.
Berdasarkan laman LPSE Gresik, lanjutan pembangunan reservoir bunder ini dianggarkan Rp7 miliar. Setelah dilakukan lelang, proyek tersebut jatuh di harga Rp4,7 miliar.
Baca juga: SIG dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Hadirkan Material Bangunan Ramah Lingkungan
Di tahun 2023 ini, lanjut Ida, masih banyak pekerjaan yang belum dikerjakan tahun lalu. Karenanya, tahun ini dilakukan pekerjaan hingga tuntas.
“Ada plat atap tandon, rumah pompa dan operator, hingga instalasi lainnya. Masih banyak karena baru berprogres 53 persen di tahun 2022 kemarin,” imbuh Ida. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar