Dilarang Kontak Fisik dengan Pembeli, Penjualan Motor di Surabaya Turun

klikjatim.com
Salah satu dealer motor di Jalan Diponegoro, Surabaya. (Arifin/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Akibat pandemi coronavirus disease (covid-19) penjualan motor di Kota Surabaya ikut berdampak. Untuk mendapatkan satu pembeli saja, dealer kesulitan

Erwan seorang sales marketing di Surabaya mengaku, sejak mewabahnya virus corona, penjulan motor turun drastis. Biasanya, sehari puluhan motor bisa terjual.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

[irp]

"Sekarang susah, mencari satu pembeli saja sudah susah," kata sales salah satu dealer di Jalan Diponegoro, Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Dijelaskan Erwan, sejak ada virus corona, jam buka kantor marketing perusahaan motor dibatasi oleh Pemkot Surabaya. Kantor marketing diperbolehkan buka mulai pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih

"Kalau tutupnya pukul 15.00 WIB," ujarnya.

[irp]

Baca juga: Tinjau Green Port Terminal Teluk Lamong, Staf Ahli Kemenhub Apresiasi Komitmen Dukung Net Zero Emission 2060

Erwan menambahkan, selain dibatasi jam buka, sales juga tidak diperbolehkan melakukan transaksi secara langsung dengan pembeli. Transaksi hanya boleh secara online atau melalui sambungan telepon.

"Transaski online susah kalau menjelaskan kepada pembeli, hanya bisa mengirimkan brosur, tidak seperti kalau tatap muka langsung," ungkapnya. (fin/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru