KLIKJATIM.Com | Gresik — Dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) makin kuat agar maju sebagai Calon Presiden (Capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kali ini, puluhan petani tambak yang mengatasnamakan Komunitas Petambak Perbatasan Gresik menyatakan dukungan kepada Gus Muhaimin.
Baca juga: SIG dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Hadirkan Material Bangunan Ramah Lingkungan
Dukungan tersebut dideklarasikan di tengah tambak yang terletak di Desa Tanggulrejo Kecamatan Manyar, Minggu (02/07/2023).
“Kami optimis Gus Muhaimin bisa mengubah nasib petani tambak lebih baik. Sehingga, kami memberikan dukungan agar maju sebagai Capres di Pilpres 2024,” ujar H Ahmad selaku koordinator Komnitas Petambak Perbatasan Gresik yang memimpn deklarasi.
Baca juga: Dianggap Jadi Inspirasi Gerakan, Komunitas Sosial Gresik Dukung Gus Muhaimin PresidenMenurutnya, kebijakan pemerintah saat ini membuat petambak semakin terpuruk. Seperti pupuk subsidi untruk petambak yang dicabut. Sehingga, biaya yang dikeluarkan oleh petambak semakin tinggi.
Baca juga: Sekam Padi Asal Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah
“Kami berharap pupuk subsidi yang saat ini dicabut, bisa diperjuangkan kembali. Masyarakat petambak dibuat susah dengan tidak adanya bantuan pupuk subsidi untuk sektor perikanan karena memang kebutuhan pokok petambak adalah pupuk,” kata dia.
Dijelaskan, harga tebus pupuk subsidi dulu sebesar Rp150 ribu persak. Karena sudah tidak ada subsidi dari pemerintah, sekarang petani tambak harus membeli pupuk non subsidi seharga Rp400 ribu.
Baca juga: Ban Pecah di Jalur Pantura Gresik, Sopir Dump Truk Tewas usai Tabrakan dengan Truk Pipa Besi
“Tentu pendapatan kita berkurang karena harga ikan tidak pernah naik. Justru malah turun ketika panen raya,” tegas dia.
Mereka berharap berbagai kebijakan pemerintah yang pro rakyat akan dipenuhi oleh Gus Muhaimin ketika menjadi presiden. Sebab, banyak permasalahan yang dihadapi oleh petambak membutuhkan kebijakan dari pemerintah. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar