Gus Umar: PKB Bisa Bentuk Koalisi Alternatif Bila Gerindra Terima Erick Thohir

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Caleg PKB DR umar hasibuan alias Gus Umar (Ist)

KLIKJATIM.Com | Jakarta — Kemungkinan Gerindra menerima Erick Thohir memicu gelombang diskusi baru tentang masa depan koalisi.

Keputusan ini bisa berdampak besar pada PKB, dan mereka sekarang sedang mempertimbangkan pilihan alternatif untuk koalisi mereka.

Baca juga: Hadapi Tantangan Geopolitik Global, Wamenaker Tekankan Penguatan SDM Maritim Berbasis SKKNI

Dengan begitu banyak ketidakpastian di udara, sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Namun, satu hal yang pasti, PKB akan berpikir keras tentang langkah selanjutnya dan bagaimana cara terbaik untuk memposisikan diri dalam lanskap politik yang berubah ini.

Menanggapi pernyataan Gerindra yang akan mempertimbangkan Erick Thohir yang disodorkan oleh PAN menjadi Bacawapres, Gus Umar Hasibuan yang merupakan Caleg PKB mengingatkan, hal tersebut dapat mengancam keutuhan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

"Tentunya pernyataan Gerindra itu tidak bijaksana dan menyakiti karena selama ini Gus Imin dan PKB terus mengkonsolidasikan jaringan untuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya," kata dia.

Bukan sekali ini saja Prabowo terkesan membuat langkah sendiri ketika Gus Imin dan PKB masih menjunjung tinggi kesepakatan Gerindra - PKB.

Baca juga: Kabar Gembira! Polteknaker Perpanjang Pendaftaran SBP 2026 Hingga 27 Mei

Bila memang Gerindra menunjukkan langkah meninggalkan kesepakatan, Gus Umar berpendapat PKB tentunya juga punya alternatif Koalisi lainnya.

"Misalnya dengan merapat ke PDIP atau bahkan misalnya membentuk Koalisi baru Golkar - PKB - Demokrat. Mengingat kedekatan hubungan Gus Imin dengan SBY," imbuh Gus Umar.

Wacana Erick Thohir sebagai Cawapres Prabowo mengemuka saat elite PAN dan Gerindra bertemu pada Senin (05/06/2023) kemarin.

Baca juga: Naik MRT dan Bus Listrik Bisa Dapat Voucher Listrik Gratis? Simak Kampanye "Green Future Powered Today" dari PLN

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno saat itu menyampaikan, PAN menyodorkan nama Erick Thohir sebagai calon wakil presiden dalam pertemuan dengan elite Gerindra.

Dia berujar, Erick ibarat menu wajib PAN dalam tiap pertemuan dengan parpol. Menurutnya, Menteri BUMN itu punya kedekatan dengan PAN.

"Erick Thohir itu sudah sangat kental dengan PAN. Bisa disebut Pak Erick itu masuk dalam menu wajib pertemuan kami," ujar Eddy dalam konferensi pers usai pertemuan di kantor DPP PAN. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru