Pemkab Gresik Segera Panggil Pemilik Tambang Galian C Untuk Genjot Pajak MBLB

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Ketua dan wakil ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana dan Suberi menyoroti rendahnya pendapatan pajak MBLB/Galian C (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik bakal memanggil pemilik tambang mineral bukan logam (MBLB) alias galian C.

Hal ini menyusul sorotan dari kalangan dewan terkait tidak tercapainya target pendapatan pajak MBLB pada triwulan pertama.

Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN

Para pemilik tambang dipanggil untuk sinkronisasi data.

Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik Reza Pahlevi menjelaskan, pihaknya sudah pernah mengajak pemilik tambang untuk melakukan sinkronisasi data. Tapi sampai saat ini belum ada progres peningkatan pendapatan.

"Kami akan panggil lagi. Dimana letak persoalannya," ujar dia.

Baca juga: Pendapatan Pemkab Gresik dari Pajak Galian C Baru Rp539 Juta

Dijelaskan, di setiap tambang pihaknya menyiagakan petugas cheker untuk memastika volume galian c yang keluar terhitung dengan baik. Nanti data itu akan disandingkan dengan data milik tambang.

Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang

"Nanti bisa diketahui data pastinya seperti apa," tutur dia.

Ia mengakui memang sampai saat ini jumlah pendapatan terkumpul sektor pajak MBLB masih sangat rendah. Dari target triwulan pertama sebesar Rp5 miliar baru tercapai Rp500 juta.

"Target total kami sepanjang 2023 sebesar Rp 20 miliar akan coba kami penuhi. Kami masih optimis dan terus bekerja maksimal," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana menyoroti rendahnya pendapatan sektor MBLB. Dari target triwulan pertama sebesar Rp5 miliar hanya terpenuhi 10 persen saja.

Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi

"Kami minta agar BPPKAD menyikapi hal ini agar pada akhir tahun nanti target bisa tercapai," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra, Taufiqul Umam. Taufiq menduga keras, bahwa pos pendapatan dari Pajak MBLB ini masih rawan kebocoran.

"Saya bahkan bersama tim saya mengamati sendiri arus keluar masuk truk pengangkut galian disalah satu tambang. Di pos lima penjagaan itu ada 500 sampai 600 truk besar keluar mengangkut galian. Kami amati tiga hari berturut-turut jumlahnya sama. Padahal belum titik tambang yang lain," kata Taufiq. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru