KLIKJATIM.Com | Gresik - Tak kurang dari lima produk industri usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Gresik berhasil mendapatkan kontrak bisnis dengan importir asal Jepang. Lima UKM tersebut merupakan binaan PT Smelting.
Kontrak bisnis didapat setelah UKM ini dikirim PT Smelting mengisi Paviliun Indonesia mengikuti pameran mamin FOODEX 2023. Pameran tersebut digelar di Tokyo pada 7–10 Maret 2023.
Baca juga: UMKM Rumahan Jember Sukses Pasarkan Kombucha, Raup Omzet Jutaan dari Tren Minuman Sehat
Direktur Komersil dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin dalam keterangannya menjelaskan, kelima UKM binaanya yang meraih kontrak bisnis itu masing-masing brownies cookies dan keripik dengan importir Kobes Busan Co Ltd. Kemudian cassava chips dan makanan ringan dengan importir Lawson Stere 100 Co Ltd.
Selanjutnya House Food Corporation asal Chiba Jepang tertarik dengan produk bubuk terasi asal Gresik. Dan Yamae Kashi Ltd melakukan pembicaraan bisnis dengan UKM Gresik produsen brownies cookies. Serta Cando Korea Inc berminat untuk produk bawang goreng dan kerupuk ikan produksi UKM Gresik.
"Dengan terjalinnya kontrak bisnis antara importir makanan dan minuman ritel dari Jepang ini, harapan kami UKM binaan PT Smelting naik kelas Alhamdulillah akhirnya terwujud. Selanjutnya kami akan terus mendorong UKM tersebut untuk segera merealisasikan kontrak bisnisnya,"terang Irjuniawan P Radjamin.
Baca juga: Berbagi Berkah Ramadan, Smelting Gelar Santunan Anak Yatim dan Tausiah Bersama Wabup
Wawan, demikian panggilan akrab Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, menambahkan, pihaknya juga berencana akan mengirimkan lagi produk UKM binaanya untuk bisa hadir dan mengikuti pameran berskala internasionaldi luar negeri. Langkah ini akan mempercepat kemajuan bisnis UKM yang tadinya hanya bermain di pasar lokal meningkat ke pasar ekspor di luar negeri.
"Tujuan kami adalah membina dan memberdayakan UKM binaan agar memiliki daya saing dengan produk serupa di luar negeri. Dengan terjalinya kontrak bisnis seperti 5 UKM usai mengikuti Foodex Japan 2023 kemarin, maka UKM Gresik kini naik kelas. Bayangkan saja bubuk terasi, keripik ikan, brownies cookies, bawang goreng yang di pasar lokal melimpah harganya murah, tiba-tiba naik ke pasar internasional dan harganya menyesuaikan jadi keren kan," jelas Wawan.
Produk UKM binaan PT Smelting saat dikirim mengikuti pameran Foodex 2023 di Tokyo Jepang
Baca juga: Pemkab Banyuwangi Bantu Pengurusan Legalitas UMKM Banyuwangi Gratis
Harapan yang sama disampaikan Eko Rudi, Kasie PLI Bea Cukai Gresik. Menurutnya, dengan terjalinya kontrak bisnis UKM Gresik dengan importir Jepang, makan pihaknya akan mengawal prosesnya. Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik nantinya akan melakukan pembinaan dan pendampingan agar ekspor produk UKM ini berjalan sesuai rencana. Upaya lainnya adalah membantu mengakses kan ke instansi penerbit izin ekspor seperti ke BKIPM terkait produk perikanan.
"Kami akan berikan pendampingan dan asistensi pembuatan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB). Kami juga akan mengkomunikasikan rencana ekspor UKM Gresik dengan Atase Perdagangan KBRI di Tokyo untuk memastikan proses perjanjiannya kredibel. Keberhasilan UKM Gresik ini juga akan menjadi catatan bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan pengusaha UKM agar berlomba-lomba mengekspor produknya ke luar negeri," jelas Eko Rudi.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi menjelaskan, selama lima hari kegiatan Foodex Japan 2023, stand Indonesia berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 28 miliar. Transaksi itu terjadi melalui laporan kontrak bisnis antara peserta dari Indonesia dengan buyer importir dari Jepang maupun negara lain yang hadir seperti Cina, Korea Selatan dan sejumlah negara dari Eropa dan Amerika Serikat.
Heri mengatakan, keikutsertaan dalam pameran ini merupakan langkah strategis mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia kepada buyer Jepang dan mancanegara, terutama di Asia. Sebab, pameran mamin ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia.
"FOODEX 2023 dihadiri lebih dari 70.000 pengunjung dan diikuti lebih dari 1.500 peserta dari 40 negara di antaranya Amerika Serikat, Italia, Prancis, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Turki, dan Thailand,” sambungnya.
Produsen dan eksportir yang mengisi Paviliun Indonesia dalam FOODEX 2023 tersebut antara lain berasal dari Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Para peserta pameran dari Indonesia ikut serta dalam kategori-kategori yaitu produk pertanian, produk perikanan, produk mamin olahan, serta produk organik dan halal.
Duta Besar RI untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia ini mengatakan, keikutsertaan produsen dan eksportir mamin Indonesia dalam FOODEX 2023 merupakan upaya untuk mempertahankan kinerja bagus ekspor Indonesia ke Jepang.
“Ekspor Indonesia ke Jepang pada 2022 mencapai USD24,8 miliar, menjadi rekor tertinggi sejak 2017 serta pertama kalinya menembus angka USD20 miliar. Kita harus menjaga momentum kenaikan ekspor tersebut. Salah satu caranya adalah berpartisipasi pada pameran FOODEX 2023 yang merupakan ajang pameran mamin paling bergengsi dan terbesar di Jepang, bahkan Asia,” kata Dubes Heri Akhmadi. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar