KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sebagai unit kerja Pemkab Bojonegoro di bidang pelayanan kesehatan, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus melakukan inovasi. Di antaranya dengan mewujudkan Reformasi birokrasi sesuai dengan program pemerintah.
Baca juga: Pastikan Kualitas Infrastruktur Desa, Wabup Bojonegoro Sidak Empat Proyek BKKD
Upaya itu diwujudkan dengan pencanangan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM). RSUD Dr. R Sosodoro Djatikoesoemo merupakan rumah sakit rujukan kelas B terakreditasi paripurna di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan memiliki kapasitas 500 tempat tidur, menjadikan RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan dari berbagai daerah Bojonegoro dan sekitarnya. Layanan unggulan mulai dari Cath Lab, CT-Scan, Hemodialisis, hingga pelayanan poli eksekutif.
Pada tahun 2022, RSUD Sosodoro memperoleh nilai indeks kepuasan masyarakat 90,05 %, ini membuktikan bahwa RSUD Sosodoro berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, serta menciptakan inovasi dan pelayanan yang berkualitas. Di antaranya:
1. Ritmik Energik
2. Siap RS
3. Sipena
4. Laskar Sigap
5. Darma Mitra
6. Pomah Kipas
7. Produktif
8. Sobat Pos
Baca juga: Dua Terduga Pencuri Kabel di Bojonegoro Diamankan Polisi dan Warga, Satu Pelaku Kabur
9. E-Informa
10. Sipang Lima
11. Welcome VIP Anggrek
12. Si-Gada
Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dr. Hernowo mengatakan, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan prima kepada masyarakat, RSUD Sosodoro mencanangkan pembangunan zona integritas WBK dan WBBM Selasa, (21/03/2023) di halaman Parkir RSUD Sosodoro.
Dia menjelaskan, saat ini RSUD Sosodoro terus berkomitmen dengan memberikan pelayanan prima sebagai implementasi prinsip excelent sebagaimana tercapai pada tahun 2021 mendapatkan predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Baca juga: Innova Oleng dan Hantam Truk Trailer di Jalur Bojonegoro–Babat, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
“Prestasi tersebut sebagai langkah awal untuk terus berbenah sehingga dapat melangkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berharap, dengan adanya pencanangan kembali WBK Dan WBBM ini menjadi spirit birokrasi untuk mempercepat pelayanan. Rumah sakit sebagai sektor pelayanan, bersih melayani, bapak-ibu tenaga medis harus memiliki responbility 100% di Rumah Sakit.
“Ini sebagai wujud integritas dan dedikasi tinggi terhadap pelayanan kepada seluruh pasien yang datang,” katanya.
Lebih lanjut Anna mengatakan, RSUD Sosodoro sekarang ini makin menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro, serta menjadi wujud dan harapan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Maka perlu berbanggalah RSUD Sosodoro memiki gedung yang megah, sarana dan prasarana yang bagus, tenaga medis yang berkompeten, tapi sesuai juga dengan pasien yang datang.
“Maka harapan kami, RSUD Sosodoro menjadi icon di sektor kesehatan di Bojonegoro khususnya, dan Kabupaten di sekitar Bojonegoro. Dan kami akan terus berupaya meningkatkan SDM yang ada di RSUD Sosodoro dan RSUD yang lain sampai ke tingkat bawah. Mudah-mudahan pengukuhan WBK Dan WBBM ini menjadi motivator bagi bapak-ibu sekalian di dalam mencapai sebuah cita-cita tersebut, dan saya bangga dengan pencanangan ini, mudah-mudahan dapat diikuti oleh OPD yang lain,” pungkasnya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah