Warga Terdampak Covid-19 di Gresik Diusulkan Terima Bantuan

klikjatim.com
DPC PKB Gresik dan anggota Fraksi-PKB menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada para sopir angkot di tegah ancaman persebaran covid-19. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Gresik – Penanganan virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gresik harus secara menyeluruh. Selain upaya pencegahan, Pemda Gresik juga harus memikirkan dampak perekonomian warganya akibat pandemi tersebut.

DPRD Gresik melalui fraksi PKB pun mengusulkan agar ada realokasi anggaran kunjungan kerja (kunker) dewan. Nantinya dari anggaran ini bisa untuk mengoptimalkan penanggulangan covid-19 di Gresik.

Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho

"Kami dari fraksi PKB sudah mengusulkan kepada pimpinan dewan agar merealokasi anggaran perjalanan dinas (kunker, red) untuk penanganan covid-19 ini di Gresik," ujar Ketua F-PKB DPRD Gresik, Abdul Qodir, Selasa (31/3/2020).

[irp]

Usulannya lebih diprioritaskan untuk memberikan perhatian kepada warga terdampak secara langsung akibat pandemi ini. Misalkan para sopir angkutan kota, tukang ojek, para pedagang dan lain sebagainya.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

"Karena sejak pandemi covid-19 ini terjadi, banyak warga yang terpaksa berhenti bekerja. Nah, permasalahan ini juga harus kita pikirkan, karena dalam situasi begini masyarakat telah dianjurkan agar tetap di rumah dan menjaga jarak (social distancing)," paparnya.

Adapun diketahui, total besaran anggaran kunker DPRD Gresik tahun ini mencapai Rp 43 miliar. Rinciannya dari alokasi kunjungan kerja dalam daerah (KKDD) Rp 2 M dan kunjungan kerja luar daerah (KKLD) sebesar Rp 41 M.

[irp]

Baca juga: Pemadaman Listrik Bergiliran Terjadi di Jember, PLN Klarifikasi Isu Blackout dan Kelangkaan Batu Bara

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani membenarkan adanya usulan realokasi anggaran kunker tersebut. Tapi pihaknya belum bisa memastikan karena masih dibahas.

“Saat ini masih kami rapatkan di internal dewan. Kalau memang disetujui ya nanti akan dilakukan realokasi,” tandasnya. (nul/hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru