KLIKJATIM.Com I Gresik – Penanganan virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gresik harus secara menyeluruh. Selain upaya pencegahan, Pemda Gresik juga harus memikirkan dampak perekonomian warganya akibat pandemi tersebut.
DPRD Gresik melalui fraksi PKB pun mengusulkan agar ada realokasi anggaran kunjungan kerja (kunker) dewan. Nantinya dari anggaran ini bisa untuk mengoptimalkan penanggulangan covid-19 di Gresik.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
"Kami dari fraksi PKB sudah mengusulkan kepada pimpinan dewan agar merealokasi anggaran perjalanan dinas (kunker, red) untuk penanganan covid-19 ini di Gresik," ujar Ketua F-PKB DPRD Gresik, Abdul Qodir, Selasa (31/3/2020).
[irp]
Usulannya lebih diprioritaskan untuk memberikan perhatian kepada warga terdampak secara langsung akibat pandemi ini. Misalkan para sopir angkutan kota, tukang ojek, para pedagang dan lain sebagainya.
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
"Karena sejak pandemi covid-19 ini terjadi, banyak warga yang terpaksa berhenti bekerja. Nah, permasalahan ini juga harus kita pikirkan, karena dalam situasi begini masyarakat telah dianjurkan agar tetap di rumah dan menjaga jarak (social distancing)," paparnya.
Adapun diketahui, total besaran anggaran kunker DPRD Gresik tahun ini mencapai Rp 43 miliar. Rinciannya dari alokasi kunjungan kerja dalam daerah (KKDD) Rp 2 M dan kunjungan kerja luar daerah (KKLD) sebesar Rp 41 M.
[irp]
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani membenarkan adanya usulan realokasi anggaran kunker tersebut. Tapi pihaknya belum bisa memastikan karena masih dibahas.
“Saat ini masih kami rapatkan di internal dewan. Kalau memang disetujui ya nanti akan dilakukan realokasi,” tandasnya. (nul/hen)
Editor : Redaksi