Cuaca Ekstrem, Warga Bojonegoro Diminta Waspada

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro meminta warga waspada. Selama sebulan terakhir ini cuaca ekstrem melanda bumi Angking Dharma dan sekitarnya.

Kepala BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, saat ini wilayah Bojonegoro sedang mengalami kondisi yang disebut dengan hidrometrologi basah, untuk itu masyarakat di imbau untuk mewaspadai potensi bencana yang mungkin timbul akibat fenomena alam tersebut.

Menurutnya, fenomena hyderometerologi basah merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer, air atau lautan yang menyebabkan terjadinya hujan deras, tanah longsor maupun banjir.

Baca juga: Luapan Sungai Pacal Rendam Ratusan Rumah di Kapas Bojonegoro

Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada terhadap cuaca, mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga hujan lebat disertai angin kencang dan petir serta waspada tanah longsor.

"Saya menghimbau agar masyarakat harus tetap waspada, diperkirakan fenomena ini akan terjadi sampai bulan Maret 2023," ujar Ardhian Orianto Selasa (3/01/2023).

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Lumpuh

Ia menambahkan, beberapa hari yang lalu, di wilayah Kecamatan Kalitidu sempat terjadi fenomena hujan es, sementara wilayah di Kecamatan Tambakrejo, Sumberjo, Balen, Ngasem dan Kecamatan Ngraho, sebagian rumah mengalami rusak parah, bahkan ada yang mengalami rubuh akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.

"Sampai saat ini BPBD sudah melakukan asesmen di 4 kecamatan, kurang lebih ada 6 rumah yang mengalami rumah roboh," pungkasnya.(mkr) 

Baca juga: BPBD Bojonegoro Salurkan 1,2 Juta liter Air Bersih Kepada Desa yang Dilanda Kekeringan

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru