KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebagai Pembina Penyuluh Kehutanan. Penghargaan itu diberikan lantaran Provinsi Jatim mampu meraih Juara Umum Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional dua tahun berturut pada 2021 dan 2022 yang diselenggarakan Kementrian LHK.
Dalam lomba tersebut, para insan rimbawan Jatim mengukir prestasi terbanyak yakni peringkat terbaik pertama nasional untuk kategori Penyuluh Kehutanan ASN, Kelompok Tani Hutan (KTH), Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Kader Konservasi Alam (KKA) dan Kelompok Pecinta Alam (KPA).
Baca juga: Jaga Investasi Sehat, Pemprov Jatim Sabet Dua Penghargaan dari KPPU
Atas diraihnya penghargaan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada para insan rimbawan baik Penyuluh Kehutanan ASN, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kelompok Tani Hutan, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Kader Konservasi Alam, dan Kelompok Pecinta Alam, juga kepada Kementerian LHK dan seluruh jajaran penyuluh kehutanan di Jawa Timur.
“Terimakasih atas segala upaya memberikan pendampingan dalam aktivitas pengelolaan hutan dan usahanya. Hal ini penting agar tujuan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan hutan lestari dapat terwujud” katanya.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jatim terus meningkatkan kinerja penyuluhan kehutanan di Jatim. Dalam rangka pendampingan pemberdayaan ekonomi masyarakat KTH dan LMDH sebagai pelaku utama.
“Yakni dalam menjaga fungsi tutupan hutan dan lahan melalui kegiatan rehabilitasi (penanaman pohon) serta konservasi tanah dan air. Serta sinkronisasi dinamika sosial masyarakat sekitar hutan atas program pengentasan kemiskinan pemerintah baik pusat maupun daerah,” katanya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Masuk Daftar Perempuan Terpopuler di Indonesia
Saat ini di Jatim tercatat ada 5.305 lembaga KTH dengan keanggotaan 238.455 KK. Sementara LMDH yang bersama-sama Perum Perhutani melakukan pengelolaan kawasan hutan sejumlah 1.829 lembaga, dengan keanggotaan sejumlah 544.050 KK.
Untuk itu, Pemprov Jatim menyambut baik inisiasi Kementerian LHK dengan program Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net-Sink 2030. Dimana pemerintah telah menetapkan tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030.
“Kita tahu bersama bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya ini penyerap karbon terbesar di Indonesia dibanding sektor lainnya. Kami siap bersinergi untuk rencana aksi percepatan dan implementasi langkah-langkah mitigasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kami juga terus melakukan berbagai upaya pemulihan ekosistem melalui berbagai gerakan penanaman pohon dan nandur mangrove sebagai upaya sedekah oksigen di berbagai wilayah di Jatim,” jelasnya.
Baca juga: Wasdapai Chiki Ngebul, Khofifah Bentuk Tim Investigasi dan Posko Pengaduan
Sementara itu, Sekjen Kementerian LHK, Bambang Hendroyono mengatakan, penyuluh kehutanan Jawa Timur yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional di Tahun 2022 ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan pembinaan dari berbagai pihak instansi penyelenggara pelatihan termasuk dukungan dari Gubernur Jawa Timur.
“Dukungan ini terus dilakukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seperti tagline rakerda ini, Optimis Jatim Bangkit Merajut Harmoni untuk Hutan Lestari. Kerja keras dan karya nyata telah ditunjukkan melalui berbagai prestasi yang diraih baik oleh perorangan maupun aparatur Pemerintah di provinsi Jawa Timur melalui lomba Wana Lestari,” pungkasnya.(fat)
Editor : Redaksi