Dorong UKM Naik Kelas, STIESIA Surabaya Kolaborasi dengan Batik Bangsawan

klikjatim.com
Tim STIESIA saat mendampingi pelaku UKM Batik Bangsawan di Gresik (hilmi nidhomudin)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tim STIESIA Surabaya mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) naik kelas. Caranya, mendampingi para pelaku UKM, khususnya dalam pengelolaan manajemen keuangan berbasis digital. Kali ini sasaran pendampingan ialah pelaku UKM Batik Bangsawan di Gresik.

Pendampingan itu dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2022. Kegiatan tersebut dituangkan dalam program insentif pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja IKU bagi PTS Tahun 2022 yang didanai oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud yang terintegrasi dengan MBKM.

Baca juga: Buntut Viral SDN Batuporo Timur 1 Tak Ada KBM, Komisi IV DPRD Sampang Desak Rekrutmen Pengawas Sekolah

"Kegiatan ini bertujuan untuk membantu permasalahan mitra. Mulai dari peningkatan kapasitas usaha dan managemen keuangan," kata Tim pendampingan, Dr. Nur Laily, Sabtu (17/12/2022).

Laily menjelaskan dalam kegiatan tersebut, STIESIA juga mengadakan pelatihan manajemen keuangan berupa pembukuan sederhana menyusun neraca transaksi dan laporan laba rugi berbasis digital.

Baca juga: Jawa Timur Siap Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Bekali 2.600 Tenaga Pendidik

“Batik Bangsawan menjadi mitra terpilih mendapatkan bantuan tersebut diharapkan bisa memanfaatkan hasil pelatihan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dengan dilengkapi pengelolaan manajemen keuangan dengan digital,” imbuhnya.

“Selain itu, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan soft skill dan wawasan bertambah bagaimana cara berinteraksi dengan masyakarat,” pungkasnya.

Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta

Sementara pemiliki usaha Batik Bangsawan Nur Kholis bersyukur dan berterima kasih pada Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud yang telah memberikan perhatian dan bantuan hibah tersebut.

"Senang sekali bantuan ini sangat membantu kami, karena peralatan dan bahan saat ini mahal. Dan ilmu manajemen juga memberikan tambahan pengetahuan bagi saya untuk bisa mengelola usaha kami lebih baik," ujarnya. (fat)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru