KLIKJATIM.Com | Jombang--Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang berkolaborasi dengan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) dan para Pelaku Usaha, menggelar Kegiatan Temu Usaha Dan Penyerahan Sertifikat Halal di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso Jombang.
Mengusung tema 'UMKM Naik Kelas Ekonomi Tancap Gas' kegiatan dilaksanakan tanggal 1-2 Desember 2022. Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir dalam kegiatan mengatakan temu usaha ini dilakukan sebagai upaya koordinasi dan sinkronisasi dengan para pemangku kepentingan dalam pemberdayaan usaha mikro yang dilaksanakan di kampusnya, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha juga bagi civitas akademika.
Baca juga: Dalam Sebulan, Kepala Halal Center di Lamongan Bisa Urus 100 Sertifikat
"Ini menjadi satu sisi kebanggaan bahwa Pesantren kita harus menyertai kemajuan masyarakat. Saya ucapkan terima kasih, selamat datang di kampus insan penuh cinta. Semoga kegiatan ini menambah wawasan bagi kita semua," ucapnya pada Jumat (2/12/2022).
Sumrambah juga mengajak masyarakat Jombang untuk mengurangi ketergantungan Impor dan mengajak untuk menggunakan produk lokal, produk dalam negeri.
"Saat ini kita sudah ketergantungan terhadap gandum. Kebutuhan impor terigu itu sudah 12 juta ton per tahun. Kita ini jadi orang barat, semuanya tergantung pada terigu dan yang membuat ketergantungan itu Pemerintah. Karena setiap pertemuan apapun makanan yang disajikan pasti mengandung gandum/terigu," tuturnya.
Baca juga: Dorong Pengembangan UMKM, Kemenag Kab. Madiun Terbitkan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha
Dirinya juga mempertegas, masyarakat harus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
"Harapannya, kita harus sudah mulai meninggalkan sisi ketergantungan terhadap impor terigu dan mulai beralih ke sorgum, mengkonsumsi polo pendem, produk lokal, produk petani kita, produk UMKM kita," katanya.
Sebagai anak bangsa, Wabup meminta agar, produk lokal bisa jadi unggulan utama di negeri sendiri dan bisa merambah ke kancah internasional.
"Saya sering sampaikan bahwa dunia ini sudah teracuni oleh Indonesia dengan semakin kuatnya pariwisata kita. Kenapa? Karena beberapa teman saya yang ada di Australia mereka mulai minta dikirimi bumbu masak ke Australia juga negara lain. Mereka minta dikirim tidak lagi dalam bentuk lombok. Tapi sudah dalam bentuk sambal, dalam bentuk bumbu soto, bumbu rawon, bumbu pecel. Ini peluang," ungkapnya.
Dan hal tersebut sudah dilakukan oleh anak Wonosalam umurnya berapa 38 tahun. Salah satu eksportir Bumbu yang sudah merambah ke Eropa. Penghasilannya juga mencapai Rp 80 juta sampai Rp 100 juta per hari. "Melalui promosi, dengan membawa contoh barang, diharapkan akan menarik pasar dan akan terjadi transaksi," pungkasnya.(Anggit/mkr)
Editor : Redaksi