Masuk Zona Hijau PMK, 15 Daerah di Jatim Tetap Bisa Suplai Daging Sapi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Saat ini di Jatim total ada sebanyak 15 kabupaten/kota yang berstatus zona hijau alias bebas dari infeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Di zona itu, hewan ternak dipastikan terlindungi dan bisa menyuplai kebutuhan sapi ke daerah yang memerlukan. Termasuk untuk kurban Idul Adha.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

"Pusvetma dan Tim Pakar saya minta membuat exercise secara lebih detail terutama melakukan proteksi terhadap 15 kabupaten kota yang saat ini masuk kategori zona hijau," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (25/5/2022).

Dari data Dinas Peternakan Jatim, 15 daerah yang masuk zona hijau di antaranya Pamekasan, Sumenep, Sampang, Situbondo, Banyuwangi, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk, Ponorogo, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar. Sisanya, masuk zona kuning.

"Kita lindungi kota/kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah zona kuning atau merah. Karena kita lihat, beberapa daerah misalnya Pangkal Pinang itu suplai sapinya dari Madura. Sehingga perlu kita pikirkan bagaimana tetap bisa suplai ke sana secara aman,” katanya.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Proteksi yang dimaksud misalnya dengan pengiriman sapi melalui jalur penyebrangan laut. Tentunya dengan tidak melewati kawasan zona kuning. "Bahkan kalau memungkinkan nanti kita minta izin ke Menteri Perhubungan untuk bisa direct,” imbuh Khofifah.

Mobilitas pengiriman hewan ternak di daerah mataraman, lanjut dia, juga perlu diproteksi dengan baik. Misalnya dengan tidak mengirimkan hewan ternak yang dari zona kuning melewati daerah zona hijau.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

“Nah proteksi-proteksi seperti ini membutuhkan komitmen kita semuanya. Apakah dari kabupaten atau kota, camat sampai di tingkat desa, babinsa, babinkamtibmas, sama-sama kita menjaga," tuturnya.

"Ini mendekati momen Idul Adha, kita harus cegah para pembeli sapi khususnya jagal yang mulai masuk ke desa-desa dan menawar sapi dengan harga sangat murah. Kita jaga dan lindungi agar peternak tetap tenang,” katanya.(mkr) 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru